Waspadai Hewan Kurban Berpenyakit, Diskanak Purwakarta Lakukan Pemeriksaan

PEMERIKSAAN: Petugas Diskanak Purwakarta lakukan pemeriksaan hewan kurban di Pasar Senen Purwakarta. Pemeriksaan ini dilakukan jelang Idul Adha. Gani/Radar Karawang

PEMERIKSAAN: Petugas Diskanak Purwakarta lakukan pemeriksaan hewan kurban di Pasar Senen Purwakarta. Pemeriksaan ini dilakukan jelang Idul Adha. Gani/Radar Karawang

Cari Aman

Dari pantauan di lapangan, aktifitas perdagangan hewan kurban, khususnya sapi pada H-8 Hari Raya Idul Adha mengalami peningkatan di Pasar Hewan Ciwareng Purwakarta.

”Ya ada kenaikan sekitar 100 persen,” kata Kepala UPTD Pasar Hewan Zaini Suherman. Zaini mengungkapkan, pada hari biasa hanya ada sekitar 300-400 ekor sapi yang didagangkan para pedagang sapi, namun saat ini, jumlahnya mencapai 600-800 ekor.

”Memang sekarang ini sedang puncaknya. Bisa dilihat ramai sekali sapi di sini,” katanya.

Berbagai jenis sapi seperti Limosin, lokal, PO dan Simental dijual di Pasar Ternak terbesar di Provinsi Jabar tersebut. Namun, Zaini mengungkapkan yang paling laku adalah jenis Limosin dan PO. ”Pantauan kami dari tahun ke tahun yang beli Limosin sama PO paling banyak dibanding sapi jenis lain. Soalnya Limosin sama PO itu sapinya secara kasatmata terlihat lebih sehat dan menarik” jelasnya.

Sementara itu, seorang pedagang sapi asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Anggoro (52), mengaku datang jauh-jauh untuk mencari peruntungan di pasar hewan ternak tersebut. ”Jawa Barat kan pintu masuknya di Pasar Hewan Ciwareng ini mas.

Makanya meski jauh dari Pati, saya ke sini. Hari ini saya bawa dua sapi,” katanya. Jika tidak laku terjual di Purwakarta, Anggoro mengaku akan membawa sapinya ke Jonggol Kabupaten Bogor atau Purwodadi Kabupaten Subang.

”Mudah-mudahan terjual. Harganya dikisaran 10-15 juta rupiah. Kalau gak laku saya bawa ke Subang atau Bogor,” ungkapnya.

(RK/gan/pojokjabar)


loading...

Feeds

Pepen saat meninjau sejumlah tempat di Mustika Jaya (ist)

Pepen Peringati Sejumlah Pejabat

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi menjawab tindak lanjut Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Jakarta Raya Noreg 0617/IN/VII/2018/JKR, dengan …