Tak Ada Angin dan Hujan, Patung Egrang di Purwakarta Tiba-tiba Roboh

ROBOH: Patung egrang tergeletak di atas aspal. Patung ini roboh secara tiba-tiba, Minggu (5/8) kemarin. Padahal, cuaca sedang cerah. Diduga, robohnya patung ini karena konstruksinya tidak kuat. Sebelumnya, patung Semar juga mengalami kejadian serupa.

ROBOH: Patung egrang tergeletak di atas aspal. Patung ini roboh secara tiba-tiba, Minggu (5/8) kemarin. Padahal, cuaca sedang cerah. Diduga, robohnya patung ini karena konstruksinya tidak kuat. Sebelumnya, patung Semar juga mengalami kejadian serupa.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Patung egrang yang menjadi ikon Jalan Parapatan Combro tiba-tiba saja roboh, Minggu (5/8/18). Belum diketahui penyebab robohnya patung tersebut.

Seorang saksi mata yang tidak mau disebut identitasnya mengatakan, patung yang bercirikan seorang anak yang sedang main egrang tersebut roboh dengan sendirinya. “Roboh sendiri sekitar jam 10.30 WIB,” ujar salah satu saksi mata di lokasi.

Diketahui, cuaca pada Minggu pagi untuk daerah Purwakarta tidak turun hujan serta laju angin pun normal-normal saja. Pegiat Komunitas Anti Korupsi Purwakarta, Muhamad Ramdan mengatakan, penegak hukum harus menyelidiki fenomena robohnya patung-patung di Purwakarta.

Dia menduga, kualitas patung-patung di setiap sudut kota di Purwakarta, semua patung di Purwakarta diduga dibangun tidak sesuai spesifikasi.

”Ini harus jadi perhatian, ya, pembangunan tidak boleh asal jadi. Penegak hukum harus bergerak guna menjawab kecurigaan masyarakat,” ujarnya, kepada awak media.

Dikatakannya, robohnya patung di daerah tersebut bukan hanya sekali, sebelum berdirinya patung egrang, di parapatan Combro ada patung Semar.

”Publik masih ingat hal yang sama terjadi pada patung Semar yang roboh sendiri di tahun 2016. Pemerintah harus klarifikasi,” desaknya.

Patung egrang tersebut dikerahui sebagai simbolisasi bahwa Purwakarta pernah memecahkan rekor MURI sebagai kota dengan pemain egrang terbanyak di dunia yang diselenggarakan pada saat Hari Jadi Kabupaten Purwakarta tahun 2012.

Secara serempak, sebanyak 14.570 pelajar berhasil memecahkan rekor MURI sebagai peserta permainan egrang terbanyak sepanjang sejarah.

(RK/ris/pojokjabar)


loading...

Feeds