Gadis Jabar Ini Pergi ke China, Ternyata Dinikahin Kontrak, Pengakuan Keluarganya Pilu Sekali

Ilustrasi kawin Kontrak

Ilustrasi kawin Kontrak

Cari Aman

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Nurhidayat (53), salah satu keluarga korban asal Purwakarta menuturkan dirinya terkejut sebab anaknya yang masih 16 tahun tersebut berada di China.

Bahkan, anaknya belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Aku kan kaget anak di bawah umur, KTP belum punya tanpa izin orang tua dia bisa pergi ke China. apalagi dengan alasan dia ingin dinikahkan kontrak. kan hati saya hancur, kawin di sana kulturmya berbeda, budayanya berbeda, bahasa berbeda,” ungkapnya.

Baca: Dua TKI Cirebon Jadi Korban Perdagangan Manusia di Malaysia, Simak Kronologisnya

Berdasarkan informasi yang didapatkan, Nurhidayat mengungkapkan anaknya mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.

“Masih di China sekarang masih disekap di China,” katanya.

Diketahui MRD telah berangkat ke China pada  tanggal 24 mei 2018 lalu dan Nurhidayat mendapatkan kabar buruk tersebut setelah seminggu MRD di China.

Baca: Parah! 5 dari 16 Gadis Asal Jabar Jadi Korban Perdagangan Manusia di Tiongkok, Begini Modusnya

“Sekarang Fifinya sudah tertangkap kebetulan saya apresiasi dengan Polda Jabar bisa menangkap jaringanya sekarang,” tambahnya.
Sebelumnya, diberitakan 5 dari 16 gadis asal Indonesia korban perdagangan manusia di Tiongkok, merupakan warga Purwakarta, Jawa Barat.

Salah satu keluarga korban asal Purwakarta, Nurhidayat (53) menceritakan awal mula anaknya berinisial MRD (16) terjebak dalam perdagangan manusia.

Semua ini, katanya, berawal dari teman MRD bernama Fifi.

Dari Fifi jugalah Nurhidayat mendapat informasi perihal pekerjaan MRD.

Baca: Seperti Ini Modus Bisnis Perdagangan Manusia di Cianjur

“Saya kenal Fifi dari anak saya. karena dia awalnya bekerja di Jakarta, anak saya kan enggak bisa menerangkan, jadi saya komunikasi dengan Fifi. Nah aku tanya itu jawabanya, kerja di SPG kosmetik,” cerita Nurhidayat kepada wartawan di Kementerian Luar Negeri, Senin (30/7).

Fifi, katanya, meminta agar dirinya tidak khawatir.

“Bapak ga usah khawatir anak bapa kerja baik baik bukan kerja yang haram-haram. Nah aku kan percaya bila begitu, yaa terus ke sini-ke sininya aku kaget, setelah menjelang 10 hari seminggu sebelum puasa ramadhan, anak saya nangis dari China,” pungkasnya.

(nes/mar/pojokjabar)


loading...

Feeds