Guru – Guru di Pangandaran Menyambut Sosialisasi dan Workshop Model Pembelajaran Radec

Sosialisasi dan Workshop Model Pembelajaran Radec
Sosialisasi dan Workshop Model Pembelajaran Radec

POJOKJABAR.com, PANGANDARAN – Tim dari Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) yang diketuai oleh Prof. Dr. pad. H. Wahyu Sopandi, M.A berkunjung ke Pangandaran dalam rangka sosialisasi dan workshop model pembelajaran RADEC.


Model pembelajaran ini merupakan akronim dari kata Read (membaca), Answer (menjawab), Discuss (berdiskusi), Explain (menjelaskan), dan Create (mengkreasi).

Kegiatan yang dilaksanakan di SDN 1 Pangandaran ini dibuka oleh Kadisdikpora Kabupaten Pangandaran Dr. H. M. Agus Nurdin, M.Pd., dengan dihadiri oleh 35 guru dari berbagai SD se Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya, Agus mengungkapkan bahwa model pembelajaran RADEC ini merupakan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, dapat mengembangkan literasi, dan mudah diterapkan di sekolah.


Hal senada dikemukakan pula oleh Wahyu sebagai ketua tim yang sekaligus pengembang model pembelajaran RADEC bahwa model pembelajaran ini sangat sesuai dengan karakter dan kebutuhan siswa Indonesia, dapat digunakan baik pada pembelajaran tatap muka (luring) maupun pembelajaran tatap maya (daring). Dalam implementasinya, model pembelajaran RADEC bukan hanya dapat digunakan untuk meningkatkan penguasaan konsep, tetapi untuk mengembangkan keterampilan lainnya yang dibutuhkan dalam kehidupan, penanaman karakter, sikap gotong royong, kritis, kreatif dan inovatif.

Penerapan model RADEC dalam pembelajaran diawali dari kegiatan di rumah, yaitu Read dan Answer. Kegiatan membaca (Read) dapat digunakan sebagai upaya membiasakan siswa untuk membaca, dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan prapembelajaran (Answer). Pertanyaan prapembelajaran dapat direkayasa oleh guru untuk melatih siswa berpikir tingkat tinggi dan keterampilan berpikir lain yang diperlukan seperti komputasional thinking dan yang lainnya sesuai kebutuhan siswa.

Sikap yang dapat ditanamkan pada kegiatan read dan answer, diantaranya sikap mandiri, disiplin dan tanggung jawab.

Kegiatan selanjutnya dilakukan dalam kelas, yang diawali membaca doa, apersepsi, motivasi dan lain-lain. Selanjutnya siswa mendiskusikan (Discuss) jawaban dari pertanyaan prapembelajaran yang telah dibuatnya.

Kegiatan ini dapat melatih siswa berkomunikasi, berkolaborasi dan berkarakter mulia (tenggang rasa, sopan, menghargai teman yang bicara).

Setelah selesai berdiskusi, perwakilan setiap kelompok diminta menjelaskan hasil diskusinya di depan kelas (Explain).

Kegiatan ini salah satunya dapat digunakan untuk menanamkan kepercayaan diri, belajar berani, belajar menerima pendapat orang lain dan sebagainya.

Pada akhir kegiatan siswa dilatih untuk menggunakan apa yang sudah dipelajarinya, ide-ide kreatif orang lain dan permasalahan yang ada di sekitar siswa sebagai sumber inspirasi menemukan ide kreatif lainnya (Create). Selanjutnya secara berkelompok siswa menemukan ide kreatif tersebut.

Di akhir kegiatan, disampaikan pula bahwa kegiatan ini jangan hanya sekedar menunaikan kewajiban mengikuti sosialisasi dan wokshop guna memperoleh angka kredit, namun lebih dari itu, para guru diharapkan dapat mensosialisasikannya kepada orang lain dan mengembangkan perangkat pembelajaran mulai dari penyusunan pertanyaan parabembelajaran yang tidak hanya LOT tetapi lebih menekankan pada HOT, LKPD, dan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis RADEC.

Hal terpenting lainnya setelah menyusun perangkat pembelajaran ini, adalah agar guru dapat mengimplementasikannya dalam pembelajaran sehari-hari di kelas, sehingga potensi-potensi yang dimiliki peserta didik dapat tergali dan dikembangkan secara optimal.

Meskipun sosialisasi dan workshop model pembelajaran RADEC secara luring ini hanya dilaksanakan dalam satu hari, namun dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan secara daring yang sampai saat ini masih berjalan. Pendampingan diarahkan pada penjelasan mengenai hal-hal yang masih belum dipahami oleh para guru, terkait bagaimana penyusunan perangkat pembelajaran model RADEC, baik dalam penyusunan pertanyaan prapembelajaran, penyusunan LKPD, dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta bagaimana implementasi model pembelajaran tersebut di kelas.