Dua Pengedar Uang Palsu di Majalengka Berhasil Ditangkap, Modusnya Beli Rokok di Toko Kelontong

Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka menangkap dua pengedar uang palsu di wilayah Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Foto/Arif-pojokjabar

POJOKJABAR.id, MAJALENGKA – Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka menangkap dua pengedar uang palsu di wilayah Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.


Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Edwin Affandi mengatakan, pelaku pengedar uang palsu di Majalengka tersebut diketahui bernisial AP (20) dan AP Alias YD (21).

Kedua pengedar uang palsu itu, sambungnya, merupakan Warga Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Dia menjelaskan, dalam mengedarkan uang palsu tersebut kedua pelaku melakukan tindak pidana menyimpan dan mengedarkan uang palsu dengan Modus dengan cara membeli satu bungkus rokok Surya yang bersisikan 16 batang untuk mendapatkan uang rupiah asli dari pengembalian.


BACA JUGA : Pasutri Asal Indramayu Diamankan karena Ketahuan Bayar Rokok Pakai Uang Palsu

Kapolres juga menguraikan, awalnya kedua hendak membeli satu bungkus rokok Gudang Garam Surya 16 di warung milik EM pada Rabu (24/8/2022) pukul 23.00 WIB, yang berada di Blok Pulo Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Setelah pemilik warung memberikan sebungkus rokok dan kembaliannya, Ia merasa curiga uang dengan pecahan 100.000 dari pelaku.

BACA JUGA : Kronologi Kasus Uang Palsu di Cirebon, Tersangka Pasutri Ditangkap di Pusat Perbelanjaan

Kemudian, lanjutnya, pemilik warung mengejar kedua pelaku tersebut bersama warga sekitar dan aparat desa.

Sampai akhirnya, kedua pelaku diamankan dan juga ditemukan empat lembar uang pecahan 100.000 dari salah satu pelaku.

“Selanjutnya kedua pelaku dibawa ke Polsek Jatitujuh Polres Majalengka Polda Jabar,” terang dia.

BACA JUGA : Waspada, Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Cianjur

Lebih lanjut, setelah dilakukan pengembangan kedua pelaku selain mengedarkan uang palsu di wilayah Kabupaten Majalengka, keduanya juga mengedarkan di wilayah Kabupaten Sumedang dengan cara modus yang sama di warung.

Dari hasil penelusurannya, pelaku mendapatkan uang rupiah palsu tersebut dari pelaku berinisial K (DPO) penduduk Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu.

“Sampai saat ini Sat Reskrim Polres Majalengka masih melakukan pengejaran.” ungkapnya.

Akibat perbuatan, pengedar uang palsu tersebut dijerat dengan Pasal 26 UU RI Nomor 7 tahun 2011 Jo Pasal 36, tentang Mata Uang. (Arif)