Innalillahi! Seorang Jemaah Haji Asal Garut Meninggal Dunia di Tanah Suci, Jenazah Tidak Dibawa Pulang ke Indonesia

Ilustrasi jemaah haji meninggal dunia. Foto/IST

POJOKJABAR.id, GARUT – Seorang jemaah haji dari kloter 41 meninggal karena serangan jantung dan tidak dibawa ke Indonesia, melainkan dimakamkan di Madinah sesuai kebijakan pemerintah setempat.


“Jadi jemaah haji bernama Dedi Hamin, 59 tahun dari Desa Cibodas di Cikajang dan dimakamkan di Madinah,” Cece Hidayat, Kepala Kantor Agama Kabupaten Garut.

Ia mengatakan Kementerian Agama telah menerima laporan bahwa jemaah haji tersebut telah meninggal di kompleks Raudhoh Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, Rabu, 3 Agustus 2022.

Kabar duka dan dimakamkan di negara itu, kata dia, diberitahukan kepada keluarganya di Kabupaten Garut, dengan dugaan karena sakit jantung.


“Iya satu orang meninggal di Madinah karena sakit jantung,” katanya.

BACA JUGA : Jemaah Haji Asal Jawa Barat yang Pulang dari Tanah Suci Wajib Lolos Screening, Kemenag Tegaskan Tidak Ada Booster

Ia menambahkan, sebelumnya telah merasakan tidak enak badan, kemungkinan karena tergesa-gesa lalu sesak dan akhirnya meninggal dunia.

“Dari hotel itu mungkin terburu-buru, jalan cepat, jadi memacu jantung untuk bekerja keras, ketika antre di Raudhoh tiba-tiba dan langsung meninggal dunia di lokasi,” katanya.

BACA JUGA : Tujuh Orang Jemaah Haji Asal Jabar Meninggal

Ia menambahkan, selain ada yang meninggal dunia, ada juga seorang jemaah haji asal Garut yang sakit jantung dan belum bisa pulang karena harus mendapatkan perawatan medis di Madinah.

Kondisinya saat ini, kata dia, sudah mulai membaik menunggu pelaksanaan jadwal pulang ke Indonesia.

BACA JUGA : Tiga Orang Jemaah Haji Asal Jawa Barat Meninggal Dunia di Madinah

“Saat ini penanganannya sudah selesai, tinggal menunggu kepulangan dari sana ke Garut,” katanya.

Kemenag Garut mencatat masih ada 60 orang yang masih berada di Arab Saudi menunggu jadwal pemulangan pada 10 Agustus 2022.

Ia menambahkan, selain ada yang meninggal dunia, ada juga seorang haji asal Garut yang sakit jantung dan belum bisa pulang karena harus mendapatkan perawatan medis di Madinah.

Kondisinya saat ini, kata dia, sudah mulai membaik menunggu pelaksanaan jadwal pulang ke Indonesia.

“Saat ini penanganannya sudah selesai, tinggal menunggu kepulangan dari sana ke Garut,” katanya.

Kemenag Garut mencatat masih ada 60 orang yang masih berada di Arab Saudi menunggu jadwal pemulangan pada 10 Agustus 2022.