Petani di Subang Mengeluh Sulit Dapatkan Pupuk Subsidi

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, SUBANG – Meski musim tanam sudah berlangsung dan akan segera memasuki tahap pemupukan, namun banyak petani Subang mengeluh sulit mendapatkan pupuk subsidi, sementara pupuk non subsidi harganya mahal.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komunitas Petani Subang (Kompas) Iyan Daryana, bahwa pupuk bersubsidi seharusnya mudah didapat, pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat khususnya petani.

“Jika saya pakai pupuk non subsidi, biaya operasionalnya tidak sebanding dengan penghasilan petani, apalagi harga gabah saat ini sedang menurun,” keluh Iyan, Selasa (24/11/2020).

Dikatakan Iyan, adanya Kartu petani yang menjadi salah satu syarat mendapatkan pupuk bersubsidi sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah.

“Kami juga sudah mendaftarkan diri melalui gapoktan, untuk mendapatkan kartu tani, tapi sampai saat ini kartu tani belum ada kejelasan,” katanya.

Kasi Dinas Pertanian dan Tanaman Holtikultura (Distan) Subang, Endra, mengaku sudah mengusulkan penambahan kuota pupuk bersubsidi yang disesuaikan dengan E RDKK.

“Kami dari dinas sudah melakukan usulan penambahan tiga kali dan sudah realisasi dan sudah disesuaikan dengan E RDKK. Penambahan alokasi tidak bisa melebihi E RDKK. Dan pupuk itu sudah didistribusikan ke kios kios melalui distributor ke kios,” terangnya.

Terkait Kartu Tani, pihaknya meminta agar sering berkoordinasi dan menanyakan langsung persoalan ini kepada admin kecamatan setempat.

“Terkait prosedur dan persyaratan pendaftaran Kartu Tani, instansi Bank Mandiri yang nantinya akan mencetak Kartu Tani dengan merujuk pada data e-RDKK,” tegas Endra.

“Adapun prosedur pendaftaran Kartu Tani, yakni, Petani membawa data copy KTP, KK, luasan lahan dan nama ibu kandung. Selanjutnya data direkap oleh penyuluh berdasarkan kelompok menjadi data RDK, RDKK di upload ke sistem menjadi e-RDKK, kemudian Bank Mandiri akan mencetak kartu berdasarkan data e-RDKK,” tambah Endra.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Jabar, H Otong, mengatakan, terkait masalah penyaluran pupuk, saat ini regulasi penyalurannya harus terdaftar di E RDKK yang nanti akan dibuatkan Kartu Tani.

“Selama petani terdaftar di E RDKK, mereka berhak mendapatkan pupuk bersubsidi,” pungkas Otong.

(anr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds