Video Geng Motor Lempari Rumah di Gunung Sabeulah Tasikmalaya Viral di Medsos

Geng Motor Lempari Rumah di Gunung Sabeulah./Foto: Istimewa

Geng Motor Lempari Rumah di Gunung Sabeulah./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, TASIKMALAYA– Viral di berbagai grup whatsapp masyarakat Kota Tasikmalaya terkait sebuah video berdurasi 0,21 detik yang menggambarkan aksi kelompok bermotor, Minggu (22/11) sore.

Terlihat pada video itu terekam puluhan anak muda geng motor melaju dari arah Mitra Batik, Cipedes menuju perempatan Gunung Sabelah-Jalan Galunggung.

Para pengendara itu meraung-raungkan motornya lalu berhenti di pinggir toko ponsel. Kemudian, mereka membawa batu, lalu beberapa orang terlihat melempar kaca rumah.

Usai merusak rumah, kawanan geng motor pun langsung tancap gas. Hingga kini, belum diketahui mengapa kelompok bermotor itu melakukan aksi brutal.

 

Namun, warga sekitar lokasi mengaku ketakutan saat geng motor itu beraksi.

“Iya, kang ada aksi itu (brutal, Red) entah dari geng motor mana,” cetus Sonjaya (39), salah seorang saksi mata kepada wartawan, Minggu (22/11) malam.

“Kami yang sempat melihat aksi itu langsung ketakutan kang. Takut jadi perkelahian. Apalagi geng motor itu bawa alat seperti kayu dan besi. Kami hanya bisa menonton saja,” cetusnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Tasikmalaya, AKP Yusuf Ruhiman menuturkan, hingga kini belum ada laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut.

“Malam Minggu tidak ada laporan, tapi Polsek Indihiang melakukan razia knalpot bising. Cobi akang konfirmasi ke Kapolsek,” tuturnya. Sementara itu Kapolsek Indihiang, Kompol Didik Rohim Hadi mengaku, akan menindaklanjuti informasi tersebut.

“Akan kita tindaklanjuti informasi di video itu,” cetusnya.

Meski demikian, pihaknya saat Sabtu (21/11) malam, kembali melakukan razia knalpot bising. Tindakan ini dilakukan untuk menjawab keresahaan masyarakat yang terganggu dengan suara bising dari knalpot tak standar.

“Kita menemukan beberapa kendaran berkenalpot bising sehingga kita mengamankan semuanya ke polsek indihiang. Ada 8 unit,” jelasnya.

(Radartasikmalaya/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds