Pesona Sepinya Waduk Darma Saat Pandemi Covid-19, Ada Kisah Mistis

Situasi terkini di Waduk Darma, Kuningan, Selasa (11/8/2020)./Foto: Ega

Situasi terkini di Waduk Darma, Kuningan, Selasa (11/8/2020)./Foto: Ega


POJOKJABAR.com, KUNINGAN– Waduk Darma di sebelah Barat Daya Kota Kuningan pada Selasa (11/8/2020) sore ini tampak sepi dari pengunjung.

Padahal, lokasi waduk yang berada lintasan Jalan Raya Cirebon-Kuningan-Ciamis membuatnya selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Meski beberapa hari lalu sempat ramai dikunjungi wisatawan, destinasi wisata lokal ini menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatannya pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini.

Berdasarkan pantauan Pojokjabar.com di lokasi, pada masa pandemi Covid-19 ini waduk yang berada di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan ini tepat menjadi pilihan untuk melepas penat atau sekedar relaksasi.

Harga masuk untuk orang dewasa sebesar Rp15 ribu, sedangkan untuk anak-anak Rp10 ribu. Dan cukup bayar Rp20 ribu jika menaiki perahu mengelilingi area danau.

 

Dengan mendatangi destinasi ini, pengunjung dimanjakan dengan kenyamanan, suasana alam dan hamparan perairan.

Ada juga sejumlah lokasi spot berfoto dan taman, serta beberapa saung yang disediakan untuk pengunjung saat berlibur.

Waduk Darma, Kuningan

Situasi terkini di Waduk Darma, Kuningan, Selasa (11/8/2020)./Foto: Ega

 

Waduk Darma sendiri merupakan danau yang berfungsi sebagai pengairan air dan sebagian di gunakan untuk mengairi sawah dari arus Sungai Cinangka dan Sungai Cisalak.

Waduk ini bervolume air kurang lebih 39.000.000.000 m3. Dengan luas area sekitar 425 hektar, waduk ini memiliki momen paling indah saat senja.

Waduk Darma, Kuningan

Situasi terkini di Waduk Darma, Kuningan, Selasa (11/8/2020)./Foto: Ega

 

Ada cerita mistis yang beredar terkait waduk ini di kalangan masyarakat setempat. S

aat para wali masih hidup, Waduk Darma adalah bendungan atau situ yang cukup besar, dibuat oleh Mbah Satori (Mbah Dalem Cageur).

Waduk Darma, Kuningan

Situasi terkini di Waduk Darma, Kuningan, Selasa (11/8/2020)./Foto: Ega

 

Air yang dipakai untuk mengairinya berasal dari mata air Cihanyir di tengah Waduk Darma dan dari hulu Sungai Cisanggarung.

Waduk konon dibangun untuk tempat bermain putranya, Pangeran Gencay.

Waduk Darma, Kuningan

Situasi terkini di Waduk Darma, Kuningan, Selasa (11/8/2020)./Foto: Ega

 

Selain itu juga menjadi tempat Mbah Dalem menyalurkan hobinya, memelihara ikan.

Anaknya tenggelam dan tewas saat bermain perahu.

 

Mbah Dalem sedih dan kecewa atas pembuatan waduk yang ternyata berbahaya untuk anak-anak yang bermain.

Lantas, mayat anaknya ditemukan di Desa Jagara, di lokasi Munjul Bangke.

Waduk Darma, Kuningan

Situasi terkini di Waduk Darma, Kuningan, Selasa (11/8/2020)./Foto: Ega

 

Lokasi tewasnya anak Mbah Dalem Cageur diberi nama Labuhan Bulan, karena kematian anaknya tepat pada saat bulan purnama. Hal itu dilakukan demi mengenang kematian anaknya, Pangeran Gencay,

Pihak Belanda membeli wilayah lokasi danau tersebut untuk dijadikan sebuah waduk saat beberapa tahun pada masa penjajahan Belanda.

Saat masih berlangsung penjajahan Jepang, proyek pembuatan waduk tersebut ditunda sementara, lalu dilanjutkan oleh pemerintahan Soekarno pada tahun 1954 dan selesai pada peresmiannya pada tahun 1961.

Waduk Darma, Kuningan

Situasi terkini di Waduk Darma, Kuningan, Selasa (11/8/2020)./Foto: Ega

(ega/mar/pojokjabar)

 

 

 

Loading...

loading...

Feeds