Baru 7 Ribu Warga Jalani Tes Swab di Garut, Wabup Ungkap Soal Metode Pemeriksaan

Ilustrasi penanganan suspek virus corona. (ist)

Ilustrasi penanganan suspek virus corona. (ist)


POJOKJABAR.com, GARUT– Metode pemeriksaan tes swab dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) masih dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Garut

Metode tersebut merupakan cara paling akurat untuk mendeteksi seseorang terinfeksi Covid-19 dibandingkan dengan rapid test.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), meminta setiap daerah harus melakukan tes swab sebanyak 1 persen dari total jumlah penduduk.

“Jadi, kalau penduduk Kabupaten Garut ada 2,7 juta orang, artinya yang harus jalani tes swab sebanyak 27.000 orang. Sedangkan Pemkab Garut sendiri baru melakukan tes swab sekitar 7.000 orang, jadi sekitar 20.000 lagi,” terangnya, Jumat (17/7).

Menurut Helmi, Pemkab Garut mempunyai dua alat tes swab dengan PCR yang cukup bila dimaksimalkan yakni di RSUD dr Slamet dan satu lagi hibah dari BNPB. Akan tetapi, alat dari BNPB belum maksimal, tidak lengkap dan saat ini Pemkab sedang melengkapinya.

“Ketika ini berfungsi, saya yakin kita bisa mengikuti standar sebagaimana yang diharuskan oleh pemerintah pusat, jumlah yang diperiksa sebagaimana batasan yang ditetapkan,” ujar Helmi.

Sementara mengenai bertambahnya satu kasus konfirmasi positif Covid-19 (KC-27), Helmi mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 Garut sedang melakukan tracing dan tracking.

“Semoga dalam waktu dekat, tracing traking hasilnya bisa dengan cepat ketemu, karena sekarang ini tim medis sudah bisa melakukan test swab di Garut, dan Gugus Tugas Covid-19 Garut bisa melakukan langkah langkah untuk antisipasi,” ujarnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds