Pelayanan Puskesmas di Garut Tutup, Wabup: Kasihan Masyarakat

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, GARUT– Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengungkap bahwa pada kasus kedua yang terkonfirmasi positif Covid-19 timpa tenaga kesehatan (Nakes) puskesmas di Kabupaten Garut.

Pihak pemerintah pun langsung melakukan tracking dan tracing terhadap petugas kesehatan yang terinfeksi Corona.

“Kalau clusternya sudah ketemu nanti kami akan fokus, terkenanya dari siapa, dari mana? Sedang kami lakukan tracking,” ucap Helmi, Selasa (14/7).

Ia berharap tim tracing bisa bergerak cepat agar bisa menemukan orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif ke 27 atau KC-27.

“Mudah-mudahan bisa cepat, bisa dilakukan swab test juga di Garut,” kata Helmi.

Sedangkan KC-28 merupakan tenaga medis dari Puskesmas Bagendit. Ia melakukan uji swab pada 15 Juni dan hasilnya baru keluar setelah satu bulan.

“Pemeriksaan hasilnya lama. Garut memang sudah ada alatnya tapi belum bisa maksimal. Hanya cukup untuk melayani pasien yang masuk rumah sakit,” beber Helmi.

Pihaknya akan segera melengkapi alat uji swab dalam satu sampai dua minggu ini agar lebih maksimal dalam pengujian sampel swab. Saat ditemukan ada kasus positif, bisa segera tertangani.

“Untuk kasus yang terakhir ini, kemungkinan tertular masih di Garut. Soalnya dia tidak pernah keluar kota. Kami terus lakukan tracing dan ketahui darimana klasternya,” ucapnya.

Untuk sementara, pelayanan di kedua Puskesmas juga ditutup. Semua petugas medis juga sudah diperiksa dan masih menunggu hasilnya. Selama hasil belum keluar, maka operasional puskesmas belum bisa dilakukan.

“Kalau belum ada hasil bisa tutup lama, kasihan juga masyarakat kalau tutup lama tidak terlayani,” ujarnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds