Anggaran Verfak Dialokasikan bagi Penambahan TPS di Pangandaran, Ini Sebabnya

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020./Foto: Istimewa

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, PANGANDARAN– Rasionalisasi anggaran pasca mundurnya pasangan calon perseorangan dari proses pencalonan segera dilakukan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran.

Anggaran untuk melakukan verifikasi faktual (Verfak) bakal calon perseorangan dengan jumlah Rp 27 juta segera dialokasikan bagi kebutuhan kegiatan lain menjelang Pilkada, Desember mendatang.

Kendati mundur di tengah tahapan proses pencalonan independen, bakal pasangan calon oerseorangan Supratman dan Ari Rian Priatna tidak mendapatkan pinalti apapun. Kecuali ditetapkan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan tidak dapat diganti lagi.

“Ya, ini merujuk pada Pasal 33 PKPU nomor 1 Tahun 2020. Pasangan calon perseorangan boleh mengundurkan diri dan hanya ditetapkan TMS,” tegas Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, Jumat (26/6).

Bapaslon perseorangan yang mengundurkan diri, kata Muhtadin, tidak ada punishment atau denda apapun, meskipun kemarin sudah diverifikasi administrasi dan beberapa tahapan berlalu.

“Kan tidak ada klausul aturan yang merujuk ke sana. Adapun nanti anggaran yang tidak digunakan dalam tahapan pencalonan independen, maka akan dialokasikan pada kegiatan lain,” jelasnya.

Pengalokasian anggaran Verfak, ungkapnya, akan segera dirasionalisasi dan dialokasikan untuk penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mengalami penambahan.

“Dari yang tadinya 717, sekarang kan sudah berubah jadi 800 karena harus menerapkan protokol Covid-19. Per TPS itu tidak murah, satunya bisa Rp 12 juta,” pungkasnya.

(rmol/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds