Lima Kasus Narkoba Berhasil Diungkap, Kurir di Majalengka Dipasok Seorang DPO dari Bandung

Jajaran Sat Narkoba Polres Majalengka berhasil mengungkap kasus peredaeran narkoba di kabupaten Majalengka.

Jajaran Sat Narkoba Polres Majalengka berhasil mengungkap kasus peredaeran narkoba di kabupaten Majalengka.


POJOKJABAR.com, Bandung – Jajaran Sat Narkoba Polres Majalengka berhasil mengungkap kasus peredaeran narkoba di kabupaten Majalengka.

Kapolres Majalengka AKBP. Dr.Bismo Teguh Prakoso, mengatakan dari pengungkapan selama sebulan terakhir, diamankan pelaku peredaran narkoba jenis sabu dan obat terlarang.

“Kasus yang diungkap ini sebulan terakhir, kami mengungkap 5 kasus narkoba dan 8 orang tersangka,” paparnya, sabtu (13/6).

Kegiatan yang gencar dilaksanakan oleh Tim Sat Narkoba tersebut dilakukan dalam rangka menekan angka kriminalitas terutama peredaran dan penyalahgunaan narkoba diwilayah hukum Polres Majalengka.

Sebanyak 5 kasus yang terjadi merupakan peredaran narkotika jenis sabu dan kasus tindak pidana di bidang kesehatan dengan tersangka yang diamankan sebanyak 8 orang.

“Jumlah barang bukti yang kita amankan, yaitu sabu sekitar 14 paket terbungkus plastik bening seberat 5,59 Gram, serta ribuan obat obatan terlarang jenis Dextromethorpan, Tramadol dan obat Trihexyphenidyl sebanyak 3.596 butir, “ jelasnya.

Para tersangka yang berhasil diamankan, dikenakan Undang-Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009 Pasal 114 dan Pasal 112 ancaman maksimal 10 tahun penjara kemudian Undang-Undang Kesehatan Pasal 196 jo Ayat 2 UU RI No 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

Menurut keterangan dari salah satu tersangka bahwa barang narkotika jenis sabu didapat dari RB (DPO) warga Bandung.

“Untuk kasus obat kebanyakan dari Majalengka 4 TKP, yang diamankan dari 5 ungkap kasus yang terungkap,” paparnya.

Kepolisian Resor Majalengka dalam hal ini Sat Narkoba akan terus memburu peredaran obat-obat terlarang maupun Narkotika lainnya diwilayah Kab. Majalengka.

“Kami akan terus memberantas narkoba dan obat terlarang, apalagi saat ini obat-obatan sudah banyak yang diedarkan kepada anak dibawah umur sehingga dibutuhkan peran serta orang tua dan penanganan yang optimal seperti rehabiltasi, “ujar Kapolres AKBP Dr.Bismo Teguh Prakoso.

(ARF/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds