Dimulai 2 Juni, ‘Adaptasi Kebiasaan Baru’ di Kabupaten Sumedang Berlaku

Masyarakat tetap antusias berbelanja di salah satu toserba di Sumedang meski dalam situasi PSBB.

Masyarakat tetap antusias berbelanja di salah satu toserba di Sumedang meski dalam situasi PSBB.


POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Sempat menuai keheranan dan keresahan di kalangan warga, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang Iwa Kuswaeri angkat bicara.

Menurutnya berdasarkan hasil video conference antara Kepala Daerah di Jabar termasuk Bupati Sumedang dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jum’at (29/5) petang. Kabupaten Sumedang bersama 14 Kabupaten/ Kota lainnya yang masuk dalam zona biru dan bisa menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Sumedang akan dimulai pada hari Selasa tanggal 2 Juni 2020. Nantinya pelaksanaan AKB termasuk pula adaptasi kegiatan ekonomi yang akan dilaksanakan secara bertahap dan dibarengi dengan peningkatan kewaspadaan individu di ruang publik,” kata Iwa dalam siaran persnya.

Disamping itu pula lanjut Iwa, pelaksanaan AKB tanggal 2 Juni mendatang di seluruh zona biru, juga memungkinkan tempat ibadah sudah mulai lagi bisa digunakan sesuai dengan anjuran protokol kesehatan. Sementara untuk tempat keramaian seperti Mall dan pasar tradisional akan dilakukan penjagaan oleh TNI-Polri.

“Untuk itu dalam beberapa hari kedepan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang akan melakukan sosialisasi secara bertahap, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat termasuk para wirausaha, SKPD dan lain-lain.

Banyak negara yang menyambut adaptasi ini dengan euphoria, sehingga terjadi lonjakan penularan dan muncul klaster baru. Untuk itu, warga Sumedang harus disiplin dan taat aturan,” tandasnya.

Sebelumnya banyak yang heran dengan kebijakan terbaru gubernur Jawa Barat dan rencana Bupati Sumedang tentang persiapan New Normal. Saat Bupati Sumedang mulai mensosialisasikan “new normal”, malah lahir keputusan Gubernur Jawa Barat yang memperpanjang PSBB hingga 14 Juni.

“Ya memang sempat heran juga. Jadi ramai di medsos. Seharusnya tadi malam (Kamis 28/5), sesuai undangan pemkab, kami para pengusaha siap hadir untuk sosialisasi New Normal dari Pak Bupati, tapi ternyata dibatalkan,” ujar Rudi Arifianto, pengelola Tahu Saribumi, kepada Radar Sumedang (Group Pojoksatu.id), Jumat (29/5).

Tapi Rudi mengaku memaklumi hal tersebut. “Ya memang dalam kondisi begini apapun bisa pabaliut, dimaklumlah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Dony Ahmad Munir menuturkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang jauh-jauh hari sudah melakukan persiapan dengan menggelar rapat pembahasan yang melibatkan Forkopimda, SKPD, Perguruan tinggi dan dunia usaha.

Dikatakan Bupati, berdasarkan hasil rapat tersebut telah disepakati bahwa untuk pelaksanaan new normal atau AKB di Kabupaten Sumedang efektif akan dimulai dilaksanakan tanggal 2 Juni 2020. Menurutnya hal ini untuk mengantisipasi timbulnya euforia masyarakat dalam menyambut kebijakan AKB di hari libur.

“Sabtu, minggu dan senin libur, kita tidak mau memulai dalam suatu kondisi sedang libur khawatir timbul euforia dimasyarakat, istilah sundanya kuda leupas ti gedogan, nyerbu tempat belanja, nyerbu tempat wisata, ini kita antisipasi betul,” ungkapnya.

Dari beberapa kali rapat pembahasan , kata bupati, dihasilkan beberapa langkah langkah yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah diantaranya adalah kesiapan regulasi dan SOP. Tak hanya itu, sosialisasi, edukasi dan simulasi yang masif, serta kesiapan SDM, dan sarana prasarana dalam memenuhi protokol kesehatan juga tengah disiapkan secara matang.

“Jum’at ini Perbub dan SOP terperinci sesuai tupoksi SKPD sudah beres. Kemudian sosialisasi, edukasi, dan simulasi akan mulai dijalankan mulai hari sabtu minggu dan senin. Ada masa transisi tiga hari untuk memaksimalkan di berbagai jenis aktifitasnya. Kita berbagi dengan Forkopimda melakukan simulasi diberbagai tempat,” katanya.

(jim/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds