Rawan Longsor, Desa Leuwikujang Konon Tempat Bersembunyi Pasukan Majapahit

Kondisi alam di Desa Leuwikujang, Majalengka./Foto: Istimewa

Kondisi alam di Desa Leuwikujang, Majalengka./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, MAJALENGKA– Beberapa pohon terdampak longsor di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, rawan terjadi longsor, pada Selasa (10/3/2020) malam.

“Semalam juga pukul 10-11 tuh longsor, beberapa pohon jeblos,” tambah Ade Ariyani Azis @adeariyaniazis kepada Pojokjabar.com, Rabu (11/3/2020).

Selain itu, ia pun mengakui bahwa kawasan Desa Leuwikujang merupakan kawasan yang konon dikenal dengan sebagai tempat berlindungnya pasukan kerajaan Majapahit.

 

“Sejarahnya begitu. Kalau mau tanya-tanya sejarah lengkap, mangga, ke sesepuh,” bebernya.

Informasi yang berhasil dihimpun Pojokjabar.com, Kabupaten Majalengka sebelum terbentuknya pemerintahan (Pemkab, red), di masa lalu memiliki kaitan dengan Kerajaan Galuh, dan diduga kuat memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Majapahit.

Longsor di Majalengka

Kondisi rawan longsor di Desa Leuwikujang, Majalengka./Foto: Istimewa

 

Hal itu lantaran diduga Kabupaten Majalengka di masa lalu sempat menjadi ‘penolong’ (tempat berlindung, red) bagi pasukan Majapahit.

Dusun Majapahit di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, disinyalir sebagai daerah persembunyian pasukan Majapahit di daerah Kabupaten Majalengka.

Konon, kawasan sawah di antara Sungai Cikadongdong dan Sungai Curug Cirangsang milik warga menjadi lokasi persembunyian tersebut.

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, kondisi di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, rawan terjadi longsor, Rabu (11/3/2020).

Kejadian longsor di daerah ini sudah beberapa kali, dan sudah beberapa kali jg ada bantuan dari pihak kabupaten terkait.

“Tapi selalu longsor juga,” kata salah satu warga, @adeariyaniazis.

Wilayah tersebut, katanya, adalah akses menuju ke Ponpes Raudlatul Mubtadiin. Ia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera membuat kebijakan terkait hal ini.

“Tolong, barangkali ada kebijakan lain terkait hal ini,” tandasnya.

Berikut ini video kondisinya:

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds