Polisi Tangkap 2 Warga Majalengka Nekat Jual Beli Satwa Dilindungi, Ini Modusnya

Polres Majalengka saat gelar perkara jual beli satwa./Foto; Rmol

Polres Majalengka saat gelar perkara jual beli satwa./Foto; Rmol


POJOKJABAR.com, MAJALENGKA– Polres Majalengka berhasil menangkap dua orang pelaku sindikat jual beli satwa dilindungi.

Para pelaku menjual satwa-satwa tersebut melalui media sosial.

Bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), kepolisian mengamankan dua satwa dilindungi, yakni 1 Jenis Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis) dan 1 Jenis Alap-alap Jambul (Accipiter Trivirgatus).

“Dua tersangka tersebut dengan sengaja mencari dan menangkap satwa dilindungi kemudian dipelihara lalu diperjualbelikan melalu akun media sosial dengan cara COD (Cas On Delivery),” ujar Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, Selasa (25/2).

Bismo menjelaskan, dua pelaku berhasil dibekuk Sat Reskrim Polres Majalengka dengan tempat dan waktu berbeda. Tersangka AS (43), penjual Kucing Hutan ditangkap pada Jumat (21/2) di kediamannya di Kecamatan Panyingkiran, sementara AS (28) Penjual Alap-alap Jambul dibekuk hari Senin (24/2) saat COD di depan bekas Pabrik Gula Kadipaten.

Dengan adanya kejadian tersebut, Bismo mengaku sangat menyesalkan perbuatan tersangka lantaran dapat merugikan negara, terutama terkait ekosistem alam.

“Atas kejadian tersebut negara dirugikan adanya jual beli satwa yang dilindungi serta dapat mempengaruhi ekosistem hutan,” imbuhnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 21 ayat 2 Huruf (a) jo Pasal 40 ayat 2 Undang-undang RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan ekosistem serta tersangka diancam 5 Tahun Penjara.

(rmol/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

ilustrasi-miras

MPR RI Blak-blakan Soal Perpes Miras

Jadi, demi melindungi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana perintah konstitusi, dan untuk kemaslahatan terbesar bagi rakyat dan NKRI, juga sesuai dengan …