2 Alat Berat Disiagakan di Daerah Rawan Longsor, Ini Detailnya

Kondisi rumah yang terdampak bencana longsor di Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Jumat (21/2)./ Foto: Istimewa

Kondisi rumah yang terdampak bencana longsor di Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Jumat (21/2)./ Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, GARUT– Guna mempercepat proses menyingkirkan material longsoran tanah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut menyiagakan dua kendaraan alat berat di Talegong dan Cisewu sebagai daerah rawan longsor di wilayah selatan Garut.

“Kami mulai fokuskan alat berat di titik lokasi vital longsor, khususnya di jalan utama kabupaten, provinsi, maupun jalur nasional di selatan Garut,” kata Kepala Dinas PUPR Garut Luna Aviantrini, Jumat.

Ia menuturkan, selama ini Dinas PUPR Garut telah menyiapkan kendaraan alat berat jenis eskavator, loader hingga dump truk yang siap diterjunkan ke lokasi bencana tanah longsor.

Namun longsor yang seringkali terjadi di pelosok, kata dia, menjadi hambatan kendaraan alat berat menuju titik lokasi sehingga terjadi keterlambatan untuk menyingkirkan material longsoran itu.

“Selama ini terkendala oleh jauhnya akses lokasi dari tempat alat berat, selain itu lokasinya yang sulit jadi hambatan untuk proses evakuasi,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkab Garut terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menyiapkan alat berat tambahan di wilayah selatan Garut yang menjadi kawasan rawan longsor.

Apalagi saat ini, lanjut dia, intensitas hujan cukup tinggi sehingga bisa memicu terjadinya bencana longsor di wilayah selatan Garut.

“Kami terus lakukan koordinasi dengan dinas terkait termasuk dengan provinsi untuk tetap siaga,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menambahkan, daerah selatan Garut merupakan kawasan rawan bencana tanah longsor karena kondisinya berbukit.

Terakhir, lanjut dia, bencana alam yang melanda Kecamatan Cisewu dan Talegong menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan bangunan rumah warga rusak.

“Korban satu terbawa arus banjir bandang, kedua terjebak longsor dan tertimpa batu, ketiga terbawa longsoran,” kata Tubagus.

(jpnn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

terminal-sementara-Kota-Depok

Kota Depok Belum Batasi Angkutan Umum

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengeluarkan rekomendasi untuk membatasi penggunaan transportasi atau angkutan umum di wilayah Jabodetabek.