Pria Kuningan Pecinta Reptil Ini Ungkap Kepanikan Warga Meski Sudah Diedukasi

Aksi Dede Juliansyah bersama ular kesayangannya,/Foto: Istimewa

Aksi Dede Juliansyah bersama ular kesayangannya,/Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, KUNINGAN– Anggota Komunitas Reptil Kuningan, Dede Juliansyah membeberkan sebab masyarakat kerap masih takut saat berhadapan dengan ular berbisa yang kerap meneror warga akhir-akhir ini, meskipun sudah mendapatkan edukasi.

“Iya, emang hampir rata-rata orang paling takut sama ular,” ujar Dede.

Padahal, menurut Dede, ular ketika bertemu manusia, maka dia akan menghindar.

“Kalo gak, dia akan ngumpet,” ujarnya kepada Pojokjabar.com saat dihubungi, Kamis (30/1/2020).

Jika ada kejadian ular masuk rumah, menurutnya, alangkah baiknya pintu atau jendela ditutup rapat.

“Segera panggil tim rescue, dan perhatikan ular tersebut arahnya kemana sampe tim rescue datang, dan jangan membuat ular tersebut merasa terancam,” bebernya.

Kebanyakan orang, kata Dede, jika ada ular masuk ke dalam rumah, warga panik meninggalkan ular tersebut.

“Baru minta bantuan, itu cara yang salah, soalnya apa ketika ditinggalkan, tidak akan tahu arah ular tersebut lari kemana,” ujarnya.

Ia pun kemudian membeberkan pengalamannya saat menyelamatkan ular bersama komunitas yang diikutinya.

“Ada aja tiap rescue ceritanya beda-beda, sampe pernah ada orang minta tolong rescue, saya sendiri harus ngebeli ular rescue tersebut,” curhatnya.

Dari pihak komunitas, katanya, biasanya ketika ada ular masuk ke rumah warga, dan warga tersebut mengontak tim rescue, tetapi jarak tempuhnyanya jauh. Maka, dari pihak rescue biasanya kalau sekiranya itu sangat membahayakan, dan di sekitar tidak ada yang berani, lebih baik bunuh.

“Tapi kebanyakan orang itu panik ketika bertemu ular, Nah, jadi ketika bertemu ular, alangkah baiknya kita tetap tenang, usahakan menghindar, jangan sampe membuat si ular terancam, dengan sendirinya ular akan pergi,” katanya.

Namun, dibalik cerita kepanikan warga saat bertemu ular, ia pun memiliki cerita spesial ketika berusaha memberikan edukasi, saat beratraksi, bahkan saat menyelamatkan ular itu.

“Kalo ketika edukasi, yang paling berkesan itu ketika edukasi ke anak-anak SLB, teh. Punya kebanggan tersendiri,  dan ketika melihat mereka tersenyum, ada yang menjerit-jerit seneng, lari-lari, dan sebagainya. Saya sangat seneng dan bahagia pas melihat meraka tersenyum, saya ga bisa jelasin dengan kata-kata, teh,” bebernya.

Pengalaman ketika atraksi dan rescue, lanjut Dede, merupakan pengalaman pahit. Ia berharap jangan smpai terulang lagi.

“Ketika atraksi saya kena gigit King Cobra, ketika rescue di salah satu masjid saya rescue Ular Weling (bungarus candidus), saya edukasi dulu seputar ular tersebut ke warga, begitu saya sampe rumah, saya mau pindahin, saya kena gigit yang hampir taruhannya nyawa saya,” tandasnya.

 

Berikut ini foto-foto dan videonya:

Dede Juliansyah

Aksi Dede Juliansyah bersama ular kesayangannya,/Foto: Istimewa

Dede Juliansyah

Aksi Dede Juliansyah bersama ular kesayangannya,/Foto: Istimewa

Dede Juliansyah

Aksi Dede Juliansyah bersama ular kesayangannya,/Foto: Istimewa

Dede Juliansyah

Aksi Dede Juliansyah bersama ular kesayangannya,/Foto: Istimewa

Dede Juliansyah

Aksi Dede Juliansyah bersama ular kesayangannya,/Foto: Istimewa

Dede Juliansyah

Aksi Dede Juliansyah bersama ular kesayangannya,/Foto: Istimewa

Dede Juliansyah

Aksi Dede Juliansyah bersama ular kesayangannya,/Foto: Istimewa

Dede Juliansyah

Aksi Dede Juliansyah bersama ular kesayangannya,/Foto: Istimewa

 

(mar/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds