Viral Batu Susun di Ciamis, Disbudpora Bicara Soal Potensi Wisata Alam

Batu Susun di Kecamatan Lumbung, Ciamis./Foto: Rmol

Batu Susun di Kecamatan Lumbung, Ciamis./Foto: Rmol


POJOKJABAR.com, CIAMIS-Viral di media sosial Batu Susun di Blok Rompe, Desa Sukaharja, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis.

Batu susun tersebut kini sedang hangat diperbincangkan warga Tatar Galuh.

Lantaran, beberapa orang menilai bahwa batu itu merupakan bekas Candi. Sebagian juga menganggap batu susun itu adalah batu alam biasa.

Guna memastikan kesimpangsiuran informasi itu, Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis akan meneliti batu susun yang berlokasi di perbatasan Dusun Selamulya, Desa Selasari, Kecamatan Kawali, Ciamis itu.

“Kami akan menghubungi arkeolog. Supaya bisa dipastikan batu apa itu sebenarnya,” kata Kepala Disbudpora Ciamis Erwan Darmawan di Gelanggang Galuh Taruna (GGT), Jumat (24/1).

Menurutnya, kalau memang batu susun itu adalah buatan manusia atau bekas candi maka akan diserahkan kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten.

Namun, lanjutnya, jika hasil penelitian arkeolog nanti membuktikan bahwa itu adalah batu alam yang terbentuk karena proses alam, maka akan diteliti kembali oleh Cagar Alam Geologi Bandung.

Kendati demikian, batu susun tetap akan menjadi potensi wisata yang bagus.

“Kalau memang bukan buatan manusia, tersusun karena proses alam, itu akan menjadi potensi wisata alam yang bagus,” ujar Erwan.

Erwan menjelaskan, batu-batu itu bersusun memiliki panjang sekitar 20 meter, tinggi 15 meter. Dan di bagian atasnya tinggi 30 meter.

Saat ini, batu susun itu menjadi tempat swafoto para anak muda dari berbagai daerah.

Erwan meminta masyarakat yang berkunjung ke batu susun dan warga sekitar agar tetap menjaganya. Lantaran itu akan menjadi potensi bagi masyarakat Ciamis.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds