Tolak Pembangunan Majelis Taklim LDII, Warga Majalengka Ungkap Kekhawatiran

Logo LDII./Foto: Istimewa

Logo LDII./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, MAJALENGKA– Kehadiran LDII dianggap warga Desa Parakan, Kecamatan Leuwimunding, membawa ajaran yang bisa menimbulkan perpecahan di kalangan umat.

Hal itu membuat Pembangunan Balai Majelis Taklim Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di lokasi tersebut ditentang warga sekitar.

“Ada 10 ajaran yang dianggap bisa menggangu kondusifitas, salah satu yang menjadi keresahan masyarakat ialah poin tentang tidak sah shalat di belakang orang yang bukan Islam Jamaah,” ungkap Kepala Subid Ideologi Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosila Budaya dan Agama Kesbangpol Majalengka, Ahmad Mufassirin,, Kamis (23/1).

Keberatan masyarakat tersebut, lanjut Ahmad, terungkap saat diadakan rapat Pembahasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) yang melibatkan unsur Forkopimda Majalengka.

Masih dikatakan Ahmad, warga sekitar juga mempertanyakan soal perizinan balai tersebut. Oleh karena itu pihaknya akan mengecek kelengkapan perizinan bangunan tersebut ke Dinas PUTR Majalengka.

“Kita akan mengambil, langkah yaitu memastikan apa sudah memilki IMB dari Dinas PUTR dan ijin dari warga setempat juga seperti apa” katanya.

Selain terkait soal perijinan, ahmad juga akan menelusuri kembali legalitas ormas tersebut serta akan meminta fatwa MUI Provinsi Jawa Barat sebagai dasar pertimbangan di Kesbangpol.

“Ya, kita akan menelusuri kembali legalitas Ormas LDII serta akan meminta fatwa MUI Provinsi Jawa Barat yang akan menjadi dasar proses pertimbangan oleh Kesbangpol bertindak,” pungkasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds