PDAM Kota Cirebon Ngaku Terbuka Agar Air Cipaniis Ngalir ke Lahan Pertanian

Warga Desa Cipaniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, bergotong royong membersihkan aliran Sungai Cipaniis mulai dari hulu hingga hilir./Foto: RC

Warga Desa Cipaniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, bergotong royong membersihkan aliran Sungai Cipaniis mulai dari hulu hingga hilir./Foto: RC


POJOKJABAR.com, KUNINGAN– Plt Kasubsi Sumber Air PDAM Kota Cirebon Yudi Yuswandi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan bersih-bersih sungai oleh warga Paniis tersebut sebagai salah satu wujud program Kali Bersih. Pihaknya pun sepakat perlunya kebersamaan dan keberimbangan antara PDAM Kota Cirebon dan masyarakat Desa Paniis.

“Namun perlu diketahui, bahwa PDAM Kota Cirebon selama ini sudah menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam hal pemanfaatan air Cipaniis ini secara tertulis. Bahwa PDAM beli air ke Pemkab Kuningan, air satu gayung pun ada harganya.

Terkait adanya keluhan dari warga karena ada lahan pertanian yang tidak teraliri, kami sangat terbuka dan kooperatif untuk duduk bersama mencari solusinya,” ujar Yudi.

Untuk diketahui, Kecewa air Cipaniis banyak tersedot untuk bak penampungan milik PDAM Kota Cirebon, warga Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, melakukan bersih-bersih hulu sungai, Sabtu (11/1).

Dipimpin langsung Kepala Desa Paniis Raski, warga bergotong royong membersihkan aliran Sungai Cipaniis mulai dari hulu hingga hilir. Dengan berbekal linggis, parang dan golok, warga menyingkirkan bebatuan yang menghalangi laju aliran air termasuk menyapu sampah, rumput dan ranting pohon sepanjang aliran sungai.

Tampak kegiatan warga tersebut mendapat penjagaan ketat petugas dari Polres Kuningan dan juga anggota Koramil setempat.

Kades Paniis Raski mengungkapkan, kegiatan bersih-bersih aliran Sungai Cipaniis tersebut untuk melancarkan aliran air agar bisa mengairi lahan pertanian warga yang selama ini tidak tergarap.

Disebutkan, ada sekitar 30 hektare lahan pertanian warga Paniis yang sudah dua tahun terakhir ini tidak panen karena tidak kebagian air.

“Ibaratnya kami ini tikus yang mati di lumbung padi. Desa kami terkenal sebagai daerah penghasil air, namun masih ada lahan pertanian yang tidak bisa tergarap karena tidak teraliri air,” ungkap Raski kepada Radar di sela-sela kegiatan bersih Sungai Cipaniis.

Oleh karena itu, Raski berharap dari kegiatan bersih-bersih hulu sungai ini bisa sedikit mengalirkan air untuk lahan pertanian warga yang selama ini tidak kebagian air. Kalaupun tidak, dia meminta perhatian dari pemerintah Kabupaten Kuningan ataupun dari pihak PDAM Kota Cirebon untuk mencari solusi menyelesaikan masalah tersebut.

“Sejak dua tahun terakhir ini mulai terasa ada penurunan volume air yang mengalir ke areal persawahan warga kami. Ini bisa terlihat dari beberapa saluran irigasi yang sudah tidak lagi teraliri air, sekalipun musim hujan seperti sekarang,” kata Raski.

Raski menyayangkan, air yang keluar dari hulu Cipaniis lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh warga Cirebon dibanding warga Desa Paniis sendiri.

“Kami sangat berharap warga Paniis diperhatikan juga, karena dari air Cipaniis ini salah satu penyumbang PAD terbesar Kabupaten Kuningan. Mudah-mudahan keluhan kami ini didengar oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan maupun PDAM Kota Cirebon,” ujar Raski.

 

(RC/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds