17 Kecamatan Rawan Longsor di Majalengka, Polisi Beri Imbauan

Ilustrasi Longsor

Ilustrasi Longsor


POJOKJABAR.com, MAJALENGKA– Kapolsek Maja, AKP Mulyono mengatakan satu unit rumah bagian belakang rusak parah tertimpa material longsor. Puing-puing material longsor yang terdiri dari tanah dan batu tampak berserakan di sekitar lokasi kejadian.

“Kejadian diperkirakan terjadi pada dini hari, sekitar pukul 03.15 WIB itu mengakibatkan satu unit rumah di bagian belakang rusak parah,” jelasnya.

Dijelaskan, rumah tersebut milik Andi Suhendi (45) yang saat kejadian sedang tertidur. Karena hujan terus-menerus, tebing tidak dapat menahan air di bawah tanah. Adapun bagian rumah yang rusak adalah dapur dan kamar mandi.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Dapur dan kamar mandi milik Pak Andi rusak terkena bebatuan longsoran tanah,” imbuhnya.

Disebutkan, tebing setinggi 3,5 meter itu memiliki panjang keseluruhan sekitar 50 meter. Dari jumlah tersebut, 40 meternya ambruk.

Kapolsek mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga yang memiliki rumah di pinggir tebing agar lebih waspada. Khususnya, saat hujan terjadi dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Sementara, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka Agus Permana mengatakan kabupaten Majalengka masih siaga darurat bencana alam yakni longsor.

Hal ini menyusul kembali terjadinya longsor pada Kamis (9/1) di Blok Mekarwati, Rt 04 RW 02 Desa Anggrawati Kecamatan Maja dini hari sekitar pukul 03.15 WIB.

Pihaknya sudah menempatkan Pusdalops yang selalu standby di markas untuk segera melakukan penanganan ketika bencana terjadi. Posko siaga darurat bencana banjir dan longsor. Beserta pos lapangan pun sudah ditempatkan.

“Peristiwa ini bermula saat hujan terus-menerus terjadi sejak malam hari. Kondisi itu mengakibatkan tebing setinggi 3,5 meter ambruk dan menimpa bagian belakang rumah milik warga di dusun itu,” kata Agus.

Mantan Kepala Dispora kabupaten Majalengka ini telah merilis wilayah Majalengka yang rawan bencana longsor dan banjir. Untuk bencana banjir, dari 26 kecamatan ada 20 kecamatan meliputi Cikijing, Cingambul, Talaga, Maja, Majalengka, Cigasong, Sukahaji, Sindang, Rajagaluh, Leuwimunding, Palasah, Jatiwangi, Dawuan, Kasokandel, Panyingkiran, Kadipaten, Kertajati, Jatitujuh, Ligung dan Sumberjaya. Dari 20 kecamatan tersebut total ada 178 desa/kelurahan rawan bencana banjir.

“Sindang dan Rajagaluh paling sedikit atau hanya satu desa rawan banjir. Sementara yang paling banyak yaitu Ligung 19 desa, serta Jatitujuh 15 desa, Kasokandel 10, Palasah 13 desa, dan Jatiwangi 16 desa. Artinya lima kecamatan itu 100 persen atau seluruh desanya rawan banjir,” paparnya.

Adapun daerah rawan bencana longsor dari 26 kecamatan ada 17 kecamatan rawan longsor. Ke 17 kecamatan tersebut diantaranya Lemahsugih, Bantarujeg, Malausma, Cikijing, Cingambul, Talaga, Banjaran, Argapura, Maja, Majalengka, Cigasong, Sukahaji, Sindang, Rajagaluh, Sindangwangi, Leuwimunding dan Panyingkiran.

“Terdapat 142 desa dari total 17 kecamatan rawan bencana alam longsor. Panyingkiran hanya satu desa dan Argapura serta Lemahsugih masing-masing 14 desa. Baik longsor maupun banjir, kabupaten Majalengka ini masih kategori sedang,” tukasnya.

(RC/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds