Beresiko Tinggi, 90 Persen dari Ratusan Hotel di Pangandaran Pakai Air Tanah

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, PANGANDARAN– Penggunaan air bawah tanah sejumlah hotel di Kabupaten Pangandaran berada di angka 90 persen dari 250-an hotel yang ada.

Meski demikian, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh yang statusnya baru dilimpahkan dari Kabupaten Ciamis beberapa Waktu lalu dirasa belum mampu untuk menyuplai air ke hotel yang ada.

Kepala Seksi Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran Dadang Engkos menegaskan, penggunaan air bawah tanah masih digunakan hotel-hotel besar.

“Prinsipnya kan ada di UPL/UKL kalau untuk kebutuhan air. Di dalamnya bisa dihitung kubikasinya per kamar dalam satu tahun,” ungkap Dadang, Senin (16/12).

Penggunaan air bawah tanah bagi hotel, kata Dadang, di tahun ini belum ditarik pajak secara masif. Meskipun ada beberapa yang sudah dipasang flowmeter.

“Ya flowmeter ini juga baru dipasang hotel pasca ada sidak dari Polda Jabar beberapa bulan lalu,” beber Dadang.

Idealnya, lanjut Dadang, hotel seharusnya tidak menggunakan air bawah tanah. Namun harus menggunakan air dari PDAM yang ada.

“Walaupun bayar pajak, penggunaan air tanah ini sangat berisiko tinggi. Tapi kan nggak ada pilihan lain, PDAM belum mampu,” pungkasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds