Kiprah BUMDes Guha Bau Tingkatkan Geliat Ekonomi Warga Lewat Wisata

Ilustrasi./Foto: Istimewa

Ilustrasi./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, PANGANDARAN– BUMDes Guha Bau terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat berhasil membuat ekonomi masyarakat bergeliat.

Hal ini seiring bertambahnya jumlah wisatawan ke lokasi wisata yang dulunya dianggap angker.

Hal ini memperlihatkan kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengelola kawasan wisata daerah memiliki peran penting, agar kawasan wisata tersebut bisa naik kelas.

Kehadiran BUMDes yang mengelola wisata body rafting dan membina beberapa sektor penunjang wisata di objek wisata Cukang Taneuh atau Green Canyon itu, bisa menarik wisatawan yang berkunjung mencapai 12.000 orang di tahun lalu.

Ketua BUMDes Guha Bau Teten Sutanto mengatakan, kehadiran BUMDes Guha Bau membuat warga setempat menuai manfaat. Sebab, banyak warga setempat yang diberdayakan untuk wisata body rafting. Hasilnya, perputaran uang khusus untuk body rafting saja mencapai Rp2 miliar dalam setahun dan dinikmati warga.

“Setelah adanya BUMDes ini, body rafting di sini lebih berkembang, malah sekarang lebih berkembang lagi, terutama dalam pemberdayaan masyarakat,” ucap Teten, Jumat (6/12).

Teten menyebut, untuk tenaga pemandu body rafting, hampir semuanya warga Desa Kertayasa. Jumlahnya mencapai 107 orang. Belum lagi tenaga lain, seperti sopir hingga penyedia jasa perahu.

Hal ini membuat warga setempat bisa lebih berdaya di daerah asalnya sendiri. Mereka pun tak perlu jauh-jauh mencari pekerjaan ke kota yang belum pasti didapatkan.

“Kita juga ada pelaku usaha yang mendapatkan manfaat setelah bekerjasama dengan BUMDes, mulai8 dari warung sampai homestay,” ungkapnya.

Yang terkena dampak langsung dari hadirnya BUMDes pun mencapai sekitar 1.000 orang dari sekitar 4.000 warga Desa Kertamulya. Di luar itu, warga lain juga merasakan dampak positif karena lokasi lain yang berdekatan dengan Green Canyon mulai banyak dikunjungi wisatawan, di antaranya Saung Angklung Mang Koko, Seni Benjang Batok, hingga Sanggar Seni Badud.

Pemberdayaan masyarakat yang dinilai mumpuni ini pun mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Beberapa penghargaan sudah diraih BUMDes Guha Bau. Yang teranyar, Desa Kertamulya diganjar sebagai pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 kategori Desa Wisata Maju yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah, dan Transmigrasi (PDT).

Materi penilaian lomba sendiri meliputi atraksi, amenitas, dan aksesibilitas (3A). Selain itu, penilaian dilakukan untuk sumber daya manusia (SDM), masyarakat, dan industri juga. Ada juga penilaian branding, advertising, dan selling (BAS). Terakhir adalah produk wisata yang meliputi kelengkapan paket wisata dan kesesuaian harga.

Kehadiran BUMDes Guha Bau jadi faktor dominan di balik diraihnya penghargaan itu berkat pengelolaan wisata di Green Canyon. Meski begitu, Teten mengatakan, penghargaan diraih berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak di Desa Kertayasa.

“Kita semua sama-sama ingin desanya benar-benar maju. Kami dari BUMDes ikut lomba ini bukan target juara, minimal kita dikenal di tingkat nasional. Tapi, hasilnya jauh dari perkiraan kita,” jelasnya.

Salah seorang warga setempat yang merasakan manfaat hadirnya BUMDes adalah Tata Yamin, yang sudah 11 tahun menjadi pemandu body rafting. Ia mengaku, bisa mendapatkan pemasukan tanpa harus pergi bekerja ke tempat lain.

“Saya kebetulan suka olahraga air, suka berenang. Jadi, saya kerja di sini senang karena hobi tapi dibayar,” ujar Tata.

Dirinya pun berharap, ke depan, wisata Green Canyon semakin berkembang. Sehingga, semakin banyak wisatawan yang datang. Dengan begitu, akan semakin besar dampak positif yang bisa dirasakan warga.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds