Mogok Mengajar Massal Guru Honorer di Garut 28 November


POJOKJABAR.com, GARUT—Guru honorer seluruh Kabupaten Garut menyatakan mogok mengajar massal atau meninggalkan ruang kelas pada 28 November nanti. Ini berkaitan dengan momen Hari Guru 25 November.

Aksi nantinya akan diisi dengan orasi dan doa bersama seluruh honorer Kabupaten Garut.

Mogok massal ini merupakan hasil kepakatan bersama antara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Forum Honorer Kabupaten Garut (FHKG) dan Forum Aliansi Guru Garut (FAGAR).

Mantan Ketua PB PGRI Didi Suprijadi memberikan dukungan pada aksi damai 28 November 2019 yang akan dilakukan seluruh honorer di Kabupaten Garut itu.

“Tentu saya sangat mendukung aksi tersebut. Apalagi tuntutan aksinya sangat jelas, mereka menuntut pemerintah pusat membuatkan regulasi dan meningkatkan kesejahteraan seluruh honorer,” kata Didi, Minggu (24/11).

Didi juga menjelaskan, dasar diperbolehkannya mogok kerja atau meninggalkan ruang kelas bagi honorer adalah UU 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Kepmenaker Nomor 232 Tahun 2003.

“Saya yakin gerakan meninggalkan ruang kelas yang dipelopori oleh guru di Garut bisa menginspirasi honorer lainnya di Indonesia dengan melakukan gerakan yang sama dan serentak serta tuntutan sama,” ucapnya.

Dia menambahkan, gerakan aksi bersama honorer tujuannya semata-mata untuk memperbaiki kesejahteraan, status dan jaminan sosialnya.

Sebelumnya, Ketua FAGAR Cecep Kurniadi berharap agar instansi Satuan Kerja Pelaksana Daerah (SKPD) Garut bisa mengerahkan seluruh pegawai honorer untuk melakukan doa bersama.

“Sebagai penanda, peserta aksi nantinya akan mengenakan pita hitam di lengan kirinya,” ujar Cecep.

 

(ral/jpg/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds