Bupati Garut Rudy Gunawan Ungkap Soal Pilkades Serentak 2019

ILUSTRASI.

ILUSTRASI.


POJOKJABAR.com, GARUT– Pengajuan proses perselisihan sengketa pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di empat desa di Kabupaten Garut kini mulai dibahas tim khusus di tingkat kabupaten.

“Hanya empat desa yang masuk (pelaporan), tapi yang masuk ke saya hanya dua, dua klasifikasi diduga keberpihakan panitia lokal, dua diduga money politik,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan, usai apel Gabungan di Lapangan Setda Pemda Garut, Senin (18/11).

Menurutnya, sesuai dengan ketentuan mengenai penyelesaian sengketa pilkades, lembaganya menerima adanya aduan penyelesaian pilkades serentak.

“Ini tanggal 2 Desember sudah mulai ada pelantikan kepala desa yang PJS nya sudah habis masa tugasnya,” katanya.

Namun sesuai aturan, bagi Desa yang memiliki perselisihan diberikan waktu hingga satu bulan lamananya untuk menyelesaikan sengketa tersebut. “Nanti lihat dari tim kabupaten apakah ranahnya diselesaikan melalui PTUN atau bagaimana,” jelas dia.

Untuk mengisi jabatan kepala desa yang kosong, rencananya lembaganya segera melakukan pelantikan terhadap kepala desa terpilih bulan depan.

“Ada sekitar 87 apa 85 yang kita lantik 2 Desember,” ujar dia.

Sedangkan bagi desa yang belum melaksanakan pelantikan, lanjut dia, lembaganya akan kembali melaksanakan pada awal tahun datang. “Ada sekitar 20 an nanti di Februari,” ungkap dia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Garut Aji Sukarmadji menyatakan, sesuai aduan yang telah dilayangkan, lembaganya segera memproses seluruh gugatan tersebut.

“Tim dari Kabupaten tinggal melakukan pembahasan, nanti seluruh pihak kita kembali kumpulkan,” kata dia.

Tidak ada penjelasan lanjutan, sebab persoalan perselisihan pilkades tengah dibahas di tingkat kabupaten.

“Nanti pada saatnya diumumkan hasilnya,” tandasnya.

(gan/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds