Unjuk Rasa Keempat Kalinya, Ini Tuntutan Aliansi Peduli Regenerasi Petani

Unjuk rasa Aliansi Peduli Petani di DPRD Kota Tasikmalaya./Foto: Rmol

Unjuk rasa Aliansi Peduli Petani di DPRD Kota Tasikmalaya./Foto: Rmol


POJOKJABAR.com, TASIKMALAYA– Aliansi Peduli Regenerasi Petani berunjuk rasa di DPRD Kota  Tasikmalaya, Kamis (14/11), untuk keempat kalinya.

Pihaknya menagih janji Pimpinan Dewan terkait penyelesaian sektor pertanian.

Korlap Aksi Ade Irvan Abimanyu mengatakan, para petani terus dilanda kegelisahan terkait kejelasan nasibnya. Karena realitanya mereka sangat menderita karena lahan yang semakin menyempit.

“Kami berunjuk rasa yang keempat kalinya karena Ketua DPRD Kota Tasikmalaya (Aslim) terus menerus tidak menepati janjinya terkait penyelesaian masalah pertanian,” ungkapnya.

Menurutnya, Petani sangat menderita hal tersebut tidak sesuai dengan amanat Undang-undang salah satunya UU nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

“Pada realitanya petani bukannya diberdayakan malah diperdaya, lahan pertanian makin tiada malah digerus dan ditanami oleh besi dan beton atas nama pembangunan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Irvan melanjutkan, lahan pertanian atas nama modernisasi, limbah pabrik, pertambangan, pembangunan tol antar kota termasuk Tasikmalaya didalamnya sangat berdampak negatif bagi para petani.

“Maka kami menuntut, pertama, bentuk regulasi terkait kepastian stabilnya harga pasar. Kedua, memaksimalan produk hasil pertanian lokal Tasikmalaya,” tuturnya.

Ketiga, bulog tidak hanya subsidi pajale, keempat, stop program tak tepat guna, utamakan peningkatan SDM petani. Kelima, penanganan tengkulak dan pemaksimalan pasar tradisional.

“Keenam, stop alih fungsi lahan dan ketujuh tolak RUU pertanahan, karena itu semua sangat merugikan masyarakat petani, mana janji Ketua DPRD Kota Tasikmalaya (Aslim) yang terus menerus tidak menepati janjinya,” pungkasnya.

(yud/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds