Kuasa Hukum : Ini Masalah Hutang Piutang Bukan Terkait Proyek

Tim kuasa hukum Irfan saat memberikan klarifikasi. Dede

Tim kuasa hukum Irfan saat memberikan klarifikasi. Dede


POJOKJABAR.com, MAJALENGKA – Kuasa hukum Irfan Nur Alam, Dadan Taufik mengklarifikasi, kegaduhan yang diwarnai dengan aksi penembakan, murni masalah hutang piutang, dan bukan berkaitan dengan kebijakan atau perizinan yang dilakukan Pemkab Majalengka.

Dadan melanjutkan penembakan yang dilakukan itu, untuk melerai bentrokan fisik kedua massa. Sedangkan senpi yang digunakan itu legal karena memiliki izin resmi dari Mabes Polri.

Menurut dia, peristiwa yang terjadi malam itu bukanlah faktor kesengejaan namun murni insiden di luar dugaan kliennya, mengingat saat ini kliennya tengah berada di Bandung.

“Jadi kami tegaskan kembali
kalau insiden itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan kebijakan Pemkab Majalengka,” tegasnya.

Masih dijelaskan dia, mengenai hutang
piutang yang dimaksud itu antara PT Laskar Makmur Sadaya dengan Panji
Pamungkasandi dalam mengurusi perizinan ke Pertamina.

Hal itu sesuai dengan surat perjanjian pembangunan proyek SPBU Nomor 01/SP/PEJ/I/2019, tentang pengurusan perizinan SPBU atas nama PT Laskar Makmur Sadaya Desa Palabuan Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka, yang pimpinanya Danil Rezal Prilian bukan kliennya, ini pun hanya dipinjam perusahaan oleh HW melalui AS.

“Jadi ini berkaitan dengan pembuatan
SPBU dan itu tidak ada kaitannya dengan hutang piutang dengan klien kami saudara Irfan Nur Alam,” jelasnya.

Mengenai kepemilikan Senpi itu resmi dikeluarkan oleh Mabes Polri yang
peruntukannya membela diri.

“Nah untuk memiliki senpi itu diperoleh
melalui prosedur yang benar dimulai dari pendaftaran dan test sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku,” paparnya.

Sebelum kejadian,kliennya itu berada dalam perjalanan dari Bandung menuju Majalengka. Saat itu klienya mendapatkan kabar adanya penyerangan dari sekelompok orang yang datang ke kediamannya di Cijati Majalengka.

Guna menghindari bentrok fisik di lokasi tersebut, dirinya meminta agar massa yang dibawa panji beralih ke tempat
lain.

“Saat baru tiba di Majalengka, massa kedua kubu antara pendukung Panji dan pendukung klienya sudah terlibat adu jotos. Guna melerai keributan yang lebih besar maka klienya terpaksa mengeluarkan senpinya dan menembakanya ke atas sebagai bentuk peringatan. Tapi saat itu Panji
berusaha merebutnya hingga akhirnya mengenai tangannya,” tukasnya.

Perlu diketahui Irfan sendiri merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Majalengka, dengan jabatan Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan
(Ekbang) Pemkab Majalengka. Selain menjabat Kabag Ekbang Irfan juga menjabat sebagai  Ketua Persatuan
Penembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Majalengka

(dat/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds