Waka Polres : Belum Ada Tersangka Insiden Penembakan di Majalengka

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, MAJALENGKA – Waka Polres Majalengka Kompol Hidayatullah mengatakan belum ada tersangka terkait kasus penembakan seorang pengusaha bidang kontraktor, Panji Pamungkasandi.

Pria yang akrab disapa Hidayat ini menjelaskan, korban telah melapor ke Polres Majalengka terkait insiden penembakan yang dialaminya di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (10/11/2019) malam.

“Laporan masuk hari Senin (11/11/2019), dan saat ini masih dalam proses lidik dan olah tempat kejadian perkara,” tuturnya Selasa (12/11/2019)

Hidayat melanjutkan saat ini sebanyak enam saksi masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Ada enam saksi yang masih dimintai keterangan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan seorang pengusaha bidang kontraktor, Panji Pamungkasandi mengalami luka tembak pada tangan sebelah kiri.

Penembakan tersebut diduga dilakukan Kabag Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Majalengka.

Informasi yang dihimpun Pojokjabar.com, Kabag Ekbang tersebut merupakan putra kedua Karna Sobahi, bupati terpilih Majalengka periode 2018 – 2023, yang bernama Irfan Nuralam.

Kejadian penembakan tersebut terjadi di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (10/11/2019) malam.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, korban penembakan mengatakan, kejadian tersebut bermula saat dirinya menghubungi Andi pada hari Minggu (10/11/2019) sekira pukul 17.50 WIB.

Maksud menghubunginya adalah menanyakan pembayaran proyek yang sudah selesai pengerjaanya pada bulan April 2019 lalu.

“Ketika saya bertemu Andi sekitar jam 19.00 di sekitar daerah Lingkungan Pusaka Indah, Cijati, Majalengka. Ia menjelaskan bahwa pembayaran dari investor yang seharusnya saya terima ternyata ada pada Irfan Nuralam. Akan tetapi, Andi meyakinkan saya agar tidak perlu khawatir karena pembayaranya akan dilakukan malam ini oleh Irfan Nuralam,” jelasnya, saat dihubungi, Senin (11/11) malam.

Pertemuan itu, menurut korban, dijanjikan Irfan untuk bertemu di kantor pribadinya di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat.

Sambil menunggu Irfan di sekitar ruko, korban dan 8 orang karyawanya ketiduran di mobil.

“Tiba tiba sekitar jam 23.30 WIB, saya dibangunkan paksa oleh orang orang yang datang bersamaan dengan Irfan Nuralam. Dan setelah keluar dari mobil dirinya ditodong dengan senjata api ke kepala,” jelasnya.

Dirinya menceritakan, untungnya senjata tersebut berhasil ditepis yang akhirnya mengenai telapak tangan sebelah kiri.

“Saya menangkis dengan tangan kiri,” jelas Panji.

Lebih lanjut korban menjelaskan, selain dirinya, ada tiga orang lainnya yang berada dalam mobil, mendapat perlakukan pemukulan dari sekelompok orang yang datang bersama Irfan Nuralam hingga mengalami luka lebam.

Mereka karyawan korban, yakni Reza jati Umboro, Dwinanto Herlambang dan Rismayadi.

“Mereka dipukuli oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar 30 orang yang datang bersamaan dengan Irfan Nuralam,” jelasnya.

Setelah itu, Panji dibawa ke rumah sakit dalam keadaan terluka oleh kerabatnya.

Menurut Panji, ada korban lainnya yang juga mengalami korban penembakan.

“Ada korban penembakan lainnya, yah, dari kelompok Irfan, katanya terkena tembakan saat kejadian dan sempat ketemu di IGD RSUD Majalengka,” ucapnya.

Ia pun telah melaporkan kejadian penembakan dan pengeroyokan itu kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Majalengka.

(dat/arf/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds