Bawaslu Pangandaran Sorot Identitas Pemilih, Ini Alasannya

Ilustrasi KTP Elektronik

Ilustrasi KTP Elektronik


POJOKJABAR.com, PANGANDARAN–┬áBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran soroti masalah identitas pemilih menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.
Hal ini dilakukan lantaran berkaca dari Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu.

Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Kabupaten Pangandaran Uri Juwaeni menegaskan, masalah identitas pemilih harus mulai diantisipasi sedini mungkin.

“Berkaca dari beberapa pemilihan yang sudah dilaksanakan, permasalahan ini selalu muncul, mengingat Pangandaran sebagai daerah terbuka,” ungkap Uri, Jumat (1/11).

Sebagai kawasan terbuka, kata Uri, tidak sedikit kasus mengenai Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke dalam daftar pemilih.

“Belum lagi data para pendatang yang bekerja di Pangandaran juga rentan masuk daftar pemilih, ditambah lagi WNA beridentitas ganda,” paparnya.

Untuk langkah antisipasi, imbuhnya, koordinasi dengan stake holder terkait terus dilakukan supaya kasus-kasus yang telah lalu bisa diminimalisir.

“Ya, jangan sampailah dalam Pilkada 2020 besok kita menemukan lagi kasus kasus seperti ini,” pungkas Uri.

(gan/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds