Soal Eksekusi Objek di Lokasi Tol Cisumdawu, Ini Penjelasan Polisi

Polres Sumedang tinjau lokasi lahan Tol Cisumdawu, Selasa (29/10/2019)./Foto: Istimewa

Polres Sumedang tinjau lokasi lahan Tol Cisumdawu, Selasa (29/10/2019)./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, SUMEDANG– Sebanyak lima (5) objek bidang tanah dan bangunan di lahan Tol Cisumdawu, tepatnya di Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, dieksekusi Pengadilan Negeri Sumedang, Selasa (29/10).

Pada pelaksaan eksekusi tersebut, pengamanan ekstra ketat dari Kepolisian dan TNI mengawal proses eksekusi.

Pembacaan oleh Juru Sita PN Sumedang, sesuai dengan Nomor putusan Nomor 43.pen x pn Sumedang/2019 objek tanah atas nama Endang Supriyadi seluas 1201 meter persegi, dan 2576 persegi.

Putusan konsinyasi oleh Pengadilan Tersebut, dibayarkan ganti rugi lahan senilai Rp 490 juta dari lahan seluas 1201 meter.

Satker P2T Tol Cisumdawu, Martin Panjaitan mengatakan bahwa dalam eksekusi kali ini ada lima bidang tanah, yang dilakukan eksekusi.

“Dari tiga lahan, dua lahan ini dimiliki Endang Supriyadi, yang melakukan gugatan konsinyasi ke Pengadilan Negeri Sumedang.

“Untuk objek atas mama Endang Supriyadi, memang mengajukan konsinyasi saat aprasial oleh tim P2T satker Cisumdawu,” jelas Martin di lokasi eksekusi lahan yang terkena Proyek tol Cisumdawu, selasa (29/10).

Saat dieksekusi, pihak keluarga mencoba menghampir excavator yang merusak Pohon Jati yang dieksekusi.

“Saya tidak terima dieksekusi, mana surat pelepasan haknya,” ujar perempuan yang menggunakan kerudung berbaju biru ini.

Pada pelaksanaan eksekusi tersebut, pengamanan dilakukan cukup ketat. Bahkan Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo memimpin langsung Pengamanan eksekusi di Lahan tol Cisumdawu tersebut.

Terpisah, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menyatakan bahwa pihak Polri dan TNI sesuai Putusan Pengadilan melakukan pengawalan Proses eksekusi.

“Masih ada 11 titik obyek lahan yang diduduki Warga, kami menyarankan a masyarakat mengambil uang konsinyasi di Pengadilan, ” jelas Kapolres Sumedang usai pelaksanaan eksekusi di Lahan tol Cisumdawu desa Mekarjaya, Selasa (29/10).

Diakuinya, yntuk melakukan eksekusi riil. Mau tidak mau suka tidak suka pihaknya harus melakukan pengamanan.

“Masyarakat Sumedang dan jabar Khususnya, jalan tol Cisumdawu ini akses langsung ke bijb Kertajati, jika terhambat pembangunannya maka akan mengganggu program Proyek Nasional,” jelasnya.

Guna menjaga kondusifitas, kami juga melakukan upaya pendekatan, agar masyarakat juga merasa mendapatkan haknya,

“Misal jika tak punya kontrakan, masyarakat juga akan dikasih kontrakan oleh pihak Satker, ” terangnya.

Jika saat eksekusi riil, masyarakat bertahan, ya mau tidak mau kami akan melakukan eksekusi.

“Pekan depan untuk yang 11 titik di Sumedang Selatan,” paparnya.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds