Dibuang Ibunya, Bayi tanpa Anus di Sumedang Ini Selamat di Saluran Air

Warga Dusun Cibawang, Tata, menggendong bayi laki-laki malang yang dibuang ibunya, di saluran air Jalan Tol Cisumdawu, Kamis (10/10/19).

Warga Dusun Cibawang, Tata, menggendong bayi laki-laki malang yang dibuang ibunya, di saluran air Jalan Tol Cisumdawu, Kamis (10/10/19).


POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Bayi laki-laki malang teronggok di saluran air pinggir jalan tol Cisumdawu, Dusun Cibawang Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong, Kamis (10/10/19). Saat ditemukan, bayi malang tersebut masih hidup.

Kapolsek Rancakalong AKP Supriadi melalui Kasium AIPTU Rohana mengatakan, pertama kali bayi itu ditemukan oleh warga bernama Yeti (47).

Saat sedang mengepel lantai rumahnya, didatangi tetangganya, Eruk (60), yang memberitahukan menemukan bekas darah di kamar mandi rumahnya.

Kemudian, Yeti memberitahu suaminya Tata Wihana (53), dan langsung mengecek dan ditemukan ada bekas darah di pinggir tembok kolam miliknya.

“Jejak darah itu ditelusuri, setelah ditelusuri ditemukan bayi di saluran air pinggir Tol Cisumdawu. Dan langsung memberitahukan ke kepada RW,” ujarnya Kini bayi itu dalam perawatan RSUD Sumedang.

“Bayi tersebut awalnya ditangani oleh Puskesmas, namun karena peralatannya kurang memadai, jadi dibawa ke RSUD Sumedang,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan Bidan Puskesmas Rancakalong, bayi tersebut mengalami aspiksi /gangguan sesak (sewaktu lahir tidak menangis). Juga disebutkan, bayi tersebut lahir diperkirakan kurang lebih 2 jam sebelum ditemukan.

“Tali pusarnya sudah dalam keadaan lepas. Dan saat ini sedang dalam penanganan RSUD Sumedang,” tandas bidan.

Sementara Humas RSUD Sumedang Iman mengatakan bahwa RSUD Sumedang menerima rujukan dari Puskesmas Rancakalong perihal bayi tersebut sekitar pukul 08.00 WIB.

“Bayi laki-laki itu memiliki panjang 44 cm dan berat 2,4 kilogram,” ucapnya kepada Radar Sumedang (Pojoksatu.id Group).

Iman menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan Lab laboratorium bayi tersebut memiliki kelainan yakni tidak adanya lubang arus dan diobservasi di IGD.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes dan P3A serta mendapatkan kunjungan dari dari ketua Komisi III dan anggota komisi I DPRD Kabupaten Sumedang,” katanya.

Saat berita ini diturunkan, Kapolsek Rancakalong AKP Supriadi mengatakan sedang terus menyelidiki kasus ini.

“Pelaku dan pria yang menghamilinya sudah ditangkap buser polres. Untuk sementara identitasnya belum bisa kami sampaikan,” ujar Kapolsek.

(RBD/gun/tha/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds