Janda Muda Garut Meningkat, Ada 12.291 Janda Baru

Antrian di Pengadilan Agama Garut (ist)

Antrian di Pengadilan Agama Garut (ist)

POJOKJABAR.com, GARUT— Dalam beberapa tahun terakhir, potensi janda muda di Kabupaten Garut, mengalami peningkatan seiring dengan banyaknya kasus perceraian.

Dalam catatan Pengadilan Agama Kelas 1A Garut, ada 12.291 janda baru sejak kasus itu diputus pengadilan sejak 2016 hingga akhir tahun lalu.

Juru Bicara Pengadilan Agama Garut Muhammad Dihyah Wahid mengatakan, meningkatnya kasus perceraian disebabkan banyak faktor pemicu.

“Biasanya paling banyak karena ekonomi, kemudian tidak bertanggung jawab, dan lainnya,” kata Dihyah, Senin (16/9).

Dalam prakteknya, rata-rata usia pihak berperkara yang baru mendapatkan status baru menjadi janda, berada di kisaran 23-35 tahun.

“Tetapi yang dibawah usia itu juga sebenarnya ada, namun jumlahnya tidak banyak,” ujarnya.

Dalam tiga tahun terakhir sejak 2016 lalu, angka perceraian di Garut naik hampir 46 persen.

Kasus yang diputus pada 2016 sebanyak 3.642 kasus, menjadi 4.647 kasus pada akhir 2018.

“Kalau jumlah totalnya bisa lebih dari itu, namun terkadang ada yang dicabut gugatannya,” ujarnya.

Bagi mereka yang berperkara, Pengadilan Agama biasanya memberikan bantuan hukum melalui pos bantuan hukum pengadilan.

“Biasanya mereka dilayani pengacara masing-masing, sementara kami tidak diperbolehkan menemui para pihak, sebelum ada putusan,” ujar dia.

Saat ditanya terkait latar belakang masyarakat yang mengajukan gugatan cerai, Diyah mengatakan jika sebagian besar didominasi kalangan sipil biasa.

“PNS juga ada, terutama dari kalangan guru pengajar,” sebutnya.

 

(ral/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds