FDKT Ungkap Minimnya Perhatian Pemkab Majalengka pada MDT

PENDIDIKAN AGAMA: Guru Madrasah Diniyah (MD) sedang mengajar murid-muridnya mengaji (ilustrasi). Foto: Azis/Radar Bogor

PENDIDIKAN AGAMA: Guru Madrasah Diniyah (MD) sedang mengajar murid-muridnya mengaji (ilustrasi). Foto: Azis/Radar Bogor

POJOKJABAR.com, MAJALENGKA– Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) kurang diperhatikan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka.

Padahal, keberadanya telah memberikan kontrisbusi positif bagi kemajuan generasi penerus bangsa di bidang keagamaan.

Penegasan itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka, Ust Dede Taufiqurohman saat penyelenggeraan kegiatan tahun baru Islam, 1 Muharram 1441 H, di Desa Padaherang Kecamatan Sindangwangi.

Menurut Ustad Dede, kegiatan ini bertujuan sebagai wahana silaturahmi antar guru, santri MDT bersama masyarakat. Sekaligus, mengenalkan simbol-simbol ke-Islaman kepada santri, masyarakat serta menunjukan eksistensi MDT di tengah-tengah masyarakat.

“Harapan kami dengan kegiatan ini, MDT sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang lahir dari masyarakat, pemerintah memberikan perhatian dan mengeluarkan kebijakan akan pentingnya belajar di MDT,” ujar Ustad Dede kepada Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (3/9).

Acara ini diharapkan dapat terjalinnya kerja sama yang baik antar lembaga pendidikan. Selain itu, perhatian pemerintah segera menerbitkan surat edaran wajib belajar di MDT.

“Berbicara masalah MDT sebenarnya tidak pernah ada hentinya, karena MDT lah, yang masih tetap eksis di antara lembaga pendidikan keagamaan non formal saat ini,” ucapnya.

MDT merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berupaya menyelamatkan akhlaq bangsa Indonesia di tengah gempuran kemajuan zaman. Tetapi sayang, perhatian dari masyarakat dan pemerintah masih sangat kurang.

“Saya melihat masih banyak anak usia SD, yang tidak mau belajar di MD, padahal pendidikan agama di SD sangat minim,” tegasnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, MD juga kurang tersentuh dengan kebijakan pemerintah daerah. Terlebih bantuan operasional sekolah.

“Saya harapkan setelah adanya “program magrib mengaji” Pemkab Majalengka mengeluarkan surat edaran program MDT. Program ini akan lebih mudah direalisasikan mengingat MDT itu sudah ada wadahnya, forumnya dan terorganisir. Tinggal pemerintah menekan tombol mengeluarkan surat edaran wajib sekolah MD, maka segenap lapisan masyarakat akan merealisasikannya,” paparnya.

Terpantau dalam kegiatan ini diikuti santri dan guru MDT se-Kecamatan Sindangwangi. Dihadiri para unsur muspika, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Acara tersebut diwarnai dengan kegiatan karnaval, pentas seni, tausyiyah dan acara hiburan lainnya. Sumber biaya ini berasal dari iuran MDT dan sumbangan para donatur yang tidak mengikat.

(gan/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds