Innalillahi, Korban Miras Oplosan di Tasikmalaya Bertambah, Ini Identitasnya

Ilustrasi Miras oplosan.

Ilustrasi Miras oplosan.

POJOKJABAR.com, TASIKMALAYA– Satu orang korban bernama Iman Suryaman (25), dengan kondisi kritis, sempat dirujuk ke rumah sakit Singaparna Medika Center (SMC), Kabupaten Tasikmalaya.

Nyawa remaja ini akhirnya tidak tertolong, dan meninggal sekitar pukul 18.30 petang tadi.

Korban akibat miras oplosan yang menewaskan remaja dan pemuda asal Kampung/Desa Ciawi, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, terus bertambah.

Jumlah korban akibat miras oplosan tersebut telah merenggut tiga orang korban, bernama Aji Fadilah (19) tewas di Puskesmas Bojonggambir sekitar pukul 19.00 malam selasa (20/8), Rizki Fauzi Rhomdoni tewas saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Bojonggambir sekitar 04.00 pagi Rabu (21/8) dan terakhir Iman Suryaman.

“Ketika dirujuk ke rumah sakit, kondisi korban sudah sangat kritis, hingga akhirnya meninggal dunia diruang IGD Rumah sakit SMC Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Santo Rahman, ayah kandung korban Rizki Fauzi.

Miras-Oplosan

(ilustrasi) miras oplosan

 

Menurut Santo, saat ini dua korban bernama Yedi dan Topan masih dalam kondisi kritis, dan masih menjalanai perawatan medis di Puskesmas Bojonggambir. Dari kedelapan orang yang ikut pesta miras, di antaranya lima masih pelajar SMA dan tiga orang lainnya sudah bekerja.

“Sebelumnya Yedi dan Topan sudah pulang ke rumahnya, namun tadi jam 19.00 malam, mengalami kritis dan kini di rawat di Puskesmas Bojonggambir,” kata Santo saat dihubungi melalui teleponnya.

Menurut pihak medis, pertolongan terhadap korban Iman Suryaman sudah dilakukan dengan reuitasi dan tindakan lainnya, namun beberapa kali dilakukan tidak ada respon. Bahkan saat cek dari nadinya sudah tidak teraba, suara jantung tidak terdengar dan akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.20 petang tadi.

ilustrasi miras oplosan

Ilustrasi

 

“Pihak rumah sakit sudah berupaya melakukan pertolongan medis, namun kondisi korban sudah dalam kondisi kritis, akibat terlalu banyak menenggak miras oplosan,” kata Nadira Fathia Sabila dokter jaga IGD SMC Tasikmalaya.

Menurut bibi korban Aji Fadilah, sebelum meninggal korban Aji ditemukan sudah terkapar di dalam kamar, mengeluarkan muntah darah. Kemudian, korban sempat dibawa ke dokter umum. Namun, dokter menyarankan agar segera di bawa ke rumah sakit.

“Saya panik, ketika melihat keponakan saya sudah terkapar di dalam kamar, sambil muntah darah, kemudian saya langsung bawa ke puskesmas Bojonggambir, namun nyawanya tidak tertolong,” kata Muhammad Fahmi Maulana.

Miras oplosan

Ilustrasi Miras oplosan.

 

Menurutnya, ke depalan orang korban pada Selasa (20/8), menenggak miras oplosan di dekat rumah korban Aji. Setelah menenggak miras bersama, dirinya merasakan pusing, mual sesak dada dan muntah.

Sementara itu, menurut Ibu Korban Iis Trisnawati, korban tidak mengetahui membeli alkohol 96 persen tersebut dari mana, karena pengakuannya dibeli oleh temannya secara udunan, kemudian dicampur dengan obat batuk dan dua minuman suplemen extra joss.

“Saya sangat sangat terpukul dengan kejadian ini, semoga aparat penegak hukum bisa menindak tegas penjual Alkohol 96 persen, jangan sampai ada korban lagi, semoga ini yang terakhir,” ujar Iis

Saat ini, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa kompan kecil bekas alkohol 96 persen, plastik obat batu dan ektra joss. Dugaan sementara, tewasnya tiga korban murni akibat over dosis miras oplosan.

(gan/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds