Ibunda Pelaku Wanita Vina Garut Bikin Status Mengejutkan di Sosmed

RM, ibunda tersangka pemeran perempuan video gangbang  Vina Garut./Foto: Istimewa

RM, ibunda tersangka pemeran perempuan video gangbang Vina Garut./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, GARUT—  Ibunda salah satu pelaku pemeran video porno gangbang Vina Garut berinisial RM menuliskan status sosial media mengejutkan terkait kasus yang menimpa putrinya saat ini, Vina.

“Aku adalah korban dari kebiadaban seseorang,” tulisnya,

Terlihat pada status itu, diduga momen kebersamaan bersama anaknya yang kini harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Rina Marlina, ibunda Vina

RM, ibunda tersangka pemeran perempuan video gangbang Vina Garut./Foto: Istimewa

 

 

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, polisi bersarung tangan dan masker saat memeriksa satu pemeran pria video Vina Garut yang positif mengidap HIV/AIDS. Asep alias Rayya merupakan mantan suami Vina.

Saat diperiksa polisi, Asep alias Rayya mengenakan jaket dan juga memakai masker. Rayya ditemani seorang wanita, yang diduga merupakan ibunya.

Ibu ini mengenakan jilbab dan duduk persis di samping Rayya alias Asep. Berikut foto-foto pemeriksaannya.

Baca :

Terungkap Mantan Suami Pemeran Wanita Video Vina Garut Juga Idap Penyakit Homo

Pemeran pria Vina Garut yang diperiksa polisi (ist)

Pemeran pria Vina Garut positif HIV diperiksa polisi (ist)

Untuk diketahui, Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradon Armin Mapaseng mengatakan bahwa Dinkes Garut meminta agar pemeriksaan kesehatan dilakukan menyeluruh kepada para tersangka pemeran video porno Vina Garut.

“Memang untuk A positif, rekomendasi dari Dinkes agar W dan V juga diperiksa intensif atau mendalam,” jelasnya, Selasa (20/8).

Kasatreskrim menambahkan, meski W dan A negatif dari hasil pengecekan darah, untuk HIV itu tidak menutup kemungkinan.

“Masa inkubasinya lima tahun,  belum tentu hasil darah negatif, tidak terjangkit. Sehingga kami terus kordinasi dengan Dinkes,” jelasnya.

Untuk kondisi kesehatan dari ketiga tersangka A, V dan W, diakui Kasatreskrim hanya A yang tubuhnya terbaring lemas di ranjang.

“Untuk W dan V kita tahan, V kita titip tahanan di Rutan Garut, sedangkan W di sel Mapolres Garut,” paparnya.

Rekomendasi dari Dinkes Garut sendiri, yakni mengenai makanan dan minuman bagi V dan W agar dipantau.

“Dipantau dalam arti agar tidak menular ke tahanan lain, itu yang jadi rekomendasi,” paparnya.

Pihak Polres memastikan, perlakuan khusus kepada W dan V untuk mencegah penularan HIV AIDS.

“Kami akan melakukan hal itu, guna mencegah penularan AIDS-nya, bukan perlakuan khusus dalam hal kasusnya ya,” terang Kasatreskrim.

(ral/arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds