Parah, Seorang Kakek di Majalengka Nekat Cabuli Cucunya Berkali-kali

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono saat memberikan keterangan kepada wartawan. Ist/pojokjabar

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono saat memberikan keterangan kepada wartawan. Ist/pojokjabar

POJOKJABAR.com, MAJALENGKA – Sungguh tega, seorang kekek berinsial YM (60) yang sehari – hari sebagai petani asal Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, di ciduk Satreskrim Polres Majalengka lantaran nekat mensetubuhi cucu tirinya, berinsial Bunga (15).

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono, didampingi Kasat Reskrim AKP M. Wafdan Muttaqin mengatakan, kejadian persetubuhan anak dibawah umur tersebut terjadi di rumah tersangka YM.

Dikatakan Kapolres, modus pencabulan yang dilakukan YM yakni mengancam dan akan memulangkan korban kerumah orang tuanya jika tak melayani nafsu bejatnya serta tersangka ini melakukan dengan cara mengiming-imingi uang sebesar Rp.10.000, hingga Rp. 25.000.

“Kejadiannya itu sekira tahun 2016 silam, pada saat itu korban duduk di bangku kelas 6 SD setelah ibu kandung korban meninggal, korban dititipkan oleh ayahnya kepada kakek tirinya tersangka YM,” kata AKBP Maryono kepada pojokjabar.com dalam Konferensi Pers nya di Aula Mapolres Majalengka, Kamis (1/8/2019).

YM dalam aksinya sekira jam 24.00 WIB pada tahun 2016, pada saat korban sedang tidur, korban dibangunkan oleh tersangka YM dan ditutup mulutnya menggunakan tangan YM. Kemudian korban menolak namun karena korban ketakutan akhirnya diam saja dan hanya menutup mata, pada saat itu payudara korban diraba-raba, celana luar dan dalamnya di buka oleh tersangka.

“Tersangka pun menyetubuhi korban dengan posisi korban tidur telentang di atas kasur dan tersangka di depannya. Kemudian tersangka menyuruh korban membersihkan badan di kamar mandi setelah itu tersangka memberikan uang sebesar Rp. 10.000,- dengan berkata “jangan bilang ke siapa-siapa”, ujar Kapolres Majalengka.

Menurut pengakuan tersangka, YM melakukan perbuatannya dalam satu minggu sebanyak kurang lebih tiga kali dan berjalan selama empat tahun ini. Sampai dengan yang terakhir kali tersangka menyetubuhi korban pada Senin tanggal 08 Juli 2019 pukul 24.00 WIB di rumah tersangka dengan imbalan Rp 10.000, hingga Rp 25.000.

“Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 81 dan atau 82 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 23 th 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya.

(kir/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds