Musim Kemarau Air Bersih di Kuningan Timur Mengalami Penyusutan

Kepala Pelaksana Badan Pencegahan Bencana Daerah (BPDB) Kuningan Agus Mauludin. Pay/pojokjabar.com

Kepala Pelaksana Badan Pencegahan Bencana Daerah (BPDB) Kuningan Agus Mauludin. Pay/pojokjabar.com

POJOKJABAR.com, KUNINGAN – Musim kemarau berkepanjangan, berdampak kurangnya air bersih di Kabupaten Kuningan. Seperti di daerah Kuningan Timur, debit air bersih terus mengalami penyusutan.

Kepala Pelaksana Badan Pencegahan Bencana Daerah (BPDB) Kuningan Agus Mauludin mengatakan sejumlah daerah mengalami penyerutan atau berkurangnya volume air.

“Untuk lokasi terancam kekeringan dan sulitnya air bersih. Itu bisanya, di wilayah Kuningan Timur. Meliputi Kecamatan Karangkancana, Cimahi, Luragung, Cibeureum dan daerah sekitarnya,” jelas Agus Jumat,(26/07/2019).

Agus menambahkan, petugas BPBD tentunya melakukan patroli ke beberapa wilayah. Terlebih dengan masa kemarau yang berkepanjangan seperti saat ini.

“Terlepas ancaman air bersih. Kami juga hawatir dan selalu waspada terhadap ancaman bahaya kebakaran. Terutama dikawasan hutan yang sudah mengalami kekeringan,” ujar Agus.

Ditanya daerah mana saja yang sudah minta bantuan air bersih, Agus menyatakan, untuk permintaan air bersih dari warga atau pemerintah desa manapun. Itu belum masuk dalam agenda kegiatan kerja BPBD.

“Ya,desa ataupun warga sampai saat ini, emang belum ada yang minta bantuan air bersih. Tapi kami tetap bersiaga dan terus melakukan pengawasan lapangan, ” tandasnya.

Disamping itu, menghadapi cuaca yang kurang bersahabat alias adanya suhu udara yang dingin dan membuat hawatir kesehatan dalam kelangsungan hidup. Tentu menjadi pengawasan dan sosialisasi BPBD terhadap lapisan masyarakat.

“Menurut laporan BMKG datang ke kami. Ini adanya, perubahan suhu yang terjadi di sekitaran laut Australi. Jadi, suhu atau hawa sekarang ini, dinginnya menusuk kedalam tulang,” pungkasnya

(amd/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds