Pembangunan Terminal Wisata Terpadu Paniis Ditolak Warga

Warga bentangkan spanduk penolakan. Ahmad/pojokjabar

Warga bentangkan spanduk penolakan. Ahmad/pojokjabar

POJOKJABAR.com, KUNINGAN – Masyarakat Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, menolak niatan Pemkab Kuningan dalam program pengembang infrastruktur dengan rencana membangun terminal wisata terpadu di Blok Silumping yang merupakan arel persawahan seluas 3,7 Ha dari luas areal persawahan seluruhnya 4,2 Ha.

Masyakat tidak merelakan areal persawahan yang merupakan tanah produktif dialihfungsikan menjadi terminal, tapi mereka mereka menyetuji di blok Bubulak.

“Kalau di blok Bubulak kami menyetujui, kami tidak memberikan dan tidak akan menyetujui bila pemerintah tetap menginginkan membangun di Silumping, karena itu areal persawahan yang merupakan andalan pangan kami,” papar Wawan salah seorang warga desa setempat, Rabu (24/7/2019).

Pemerintah melalui Dinas perhubungan telah melaksanakan temuwicara dengan warga dikantor Balai Desa, akan tetapi ironisnya kadis perhubungan mengklaim bahwa temuwicara sebagai sosialisasi tentang pembangunan terminal, sedangkan persoalan tanah juga belum ada titik temu.

“Akan di bikin trayek Kertajati Majalengka – Paniis,” sindir warga.

Sedangkan, kata Wawan, di Perda Nomor 7 tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, ada klausal dalam Pasal 44, poin A dan B, masyarakat berhak membatalkan dan menghentikan pembangunan, itu cukup jelas, dan apabila masih dilanggar oleh pemkab, maka masyarakat berhak melaporkan kepada Pengawas Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berwenang dan ke pihak Polri.

“Saya akan merevisi RTRW melalui kajian DPRD,” kata Wawan menirukan omongan bupati pada saat rapat di Balai Desa bersama aparatur pemerintah dan BPD.

(amd/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds