Sultan Kesepuhan Cirebon Rayakan Haul Abah Mutawally dan Peresmian RKB

Secara simbolis, PRA Arief Natadiningrat gunting pita peresmian ruang kelas baru. Ahmad/pojokjabar

Secara simbolis, PRA Arief Natadiningrat gunting pita peresmian ruang kelas baru. Ahmad/pojokjabar

POJOKJABAR.com, KUNINGAN – Haul Abah Mutawally dan Peresmian Ruang Kelas Baru (RKB) Ponpes Kuliyatul Mu’allimin Al-mutawally, dihadiri Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat dan Bupati Kuningan Acep Purnama.

“Alhamdulillah Ruang Kelas Baru ini bisa diselesaikan, dan mudah-mudahan RKB ini yang baru diresmikan bisa membuat semua santri bisa lebih semangat lagi untuk menimba ilmu. Ilmu agama maupun ilmu di sekolah,” ujar KH Nunung Abdullah Dunun, Senin (22/07/2019).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mutawally menyampaikan ucapan terimakasih kepada Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon dan Bupati kuningan yang telah bersedia hadir untuk meresmikan Ruang Kelas Baru (RKB) PonPes Kulliyatul Mu’allimin Al Mutawally.

“Al-Mutawally sebenarnya ada kaitan nya dengan keraton Kasepuhan Cirebon, karena abah mutawally adalah keturunan ke 21 dari syarif hidayatullah atau sunan gunung jati,” kisahnya.

Dikesempatan itu, Bupati Kuningan Acep Purnama juga menyampaikan apresiasi pada keluarga Pondok Pesantren kuliyatul Mu’allimin Al-Mutawally yang telah menyelesaikan Ruangan Kelas Baru (RKB).

“Saya sangat mendukung di bangun nya RKB, dan ini adalah bentuk dukungan dalam mewujudkan Visi Misi Kab Kuningan yaitu Kuningan Maju, ini agar dapat digunakan serta diramaikan dengan kegiatan-kegiatan belajar, juga sebagai pusat pembangunan peradapan umat Islam yang mempunyai nilai – nilai keimanan yang meningkat baik kwantitas maupun kualitas,” ucap orang nomor satu di kuningan ini.

Masih ditempat sama Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyampaikan, kebahagaian sangat mendalam yang ia rasakan bisa hadir di tengah-tengah bapak ibu, alim ulama dan tokoh masyarakat, dan saya sangat mengapresiasi kepada KH Nunung Abdullah Dunun sebagai Pengasuh Ponpes Kuliyatul mu’allimin Al-mutawally yang selalu berjuang untuk kemaslahatan agama.

“Bapak/Ibu wali santri harus bangga putra putrinya menimba ilmu di pesantren ini. Karena merekalah putra-putri yang terjaga dan terhindar dari pergaulan bebas, seperti Narkotika, Psikotropika, Zat adiktif dan minuman keras. Ponpes Al-mutawally ini adalah salah satu penerus Sunan gunung djati untuk menyebarkan dakwah-dakwah islam.” kata Sultan seraya menambahkan bahwa kalimat “ingsun titip tajug kan fakir miskin” itu harus menjadi dasar daripada tindakan manusia sebagai hamba Allah dalam meningkatkan nilai sssolidaritas dan sosial. “Habluminanas,” singkatnya.

Terakhir, Dr KH Didin Nurul Rosyidin MA selaku wakil pengasuh sekaligus dosen Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjelaskan, ini adalah sebuah pengakuan luar biasa terhadap pondok dari kedua orang luar biasa,

“Dan kami merasa bahagia dan terima kasih tentunya terselenggaranya kegiatan ini menjadi peluang sekaligus tantangan kita untuk terus mengembangkan pondok pesantren ini,” ujarnya.

Untuk bisa berperan lebih luas lagi, kata dia, manajemen punya rencana untuk mengembangkan kampus dua di patalagan dan kehadiran mereka berdua menjadi dorongan luar biasa dan stimulan luar biasa terlebih bahwa bapak bupati yang insya Allah terus membantu.

“Mendorong kita dan memotivasi kita, kanjeng suktan bahkan memberikan anugrah kepada kita sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang konsisten untuk menghadirkan kader-kader yang luar biasa di pesantren kita, sebagai mana kita ini pewaris, Karna anugrah ini adalah sebagai tanda melegitimasi bahwa kita ini adalah pewaris secara kultural misi dan Visi sunan gunung jati,” tandasnya.

(amd/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds