Ada Ketentuan Ini, 53 Ribu Kendaraan di Sumedang Terancam Bodong

Salah seorang pemilik kendaraan bermotor saat berkonsultasi dengan petugas P3 wilayah Kab. Sumedang di Taman Endog, Selasa (18/6/19). Radar Sumedang

Salah seorang pemilik kendaraan bermotor saat berkonsultasi dengan petugas P3 wilayah Kab. Sumedang di Taman Endog, Selasa (18/6/19). Radar Sumedang

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Ada ketentuan saat ini, jika selama dua tahun surat tanda nomor kendaraan tidak diperpanjang maka STNK-nya akan langsung dihapus, alias bodong. Terkait ini, tercatat ada 53.332 kendaraan bermotor yang terancam bodong.

“Untuk data sudah disampaikan Dirlantas Polda Jabar untuk dihapus dari data regiden. Sekarang masih tahap sosialisasi dan menunggu dari Polda, arena itu berlaku tidak hanya untuk di Sumedang saja,” terang Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan (P3) Daerah Wilayah Kabupaten Sumedang, Ateng Kusnandar, saat melakukan Operasi Terpadu Tertib Administrasi Kendaraan Bermotor Tahun 2019 di Taman Endog, Selasa (18/6).

Dia mengimbau agar para pemilik kendaraan yang belum melakukan daftar ulang, agar secepatnya mendaftar ulang.

“Segera lakukan bayar pajak dari sekarang. Sebelum penghapusan, karena kalau sudah dihapus tidak dapat registrasi lagi dan menjadi kendaraan bodong,” tandasnya.

Lebih lanjut Ateng mengatakandari total 310 ribu kendaraan yang ada di Sumedang, hingga saat ini tercatat sekitar 97 ribu kendaraan yang tidak melakukan daftar ulang.

Menurutnya, berkurangnya jumlah kendaraan yang tidak melakukan daftar ulang, dikarenakan pihak Dispenda gencar melakukan penelusuran hingga ke rumah-rumah pemilik kendaraan.

“Alhamdulillah sudah berkurang, hampir 20 ribu yang sudah bayar. Itu berkat penelusuran kami sejak bulan April. Jadi petugas yang disertai tanda pengenal, sudah melakukan penelusuran, dan sudah datang ke rumah masing-masing, sambil membawa surat dari kami,” tuturnya.

Disebutkan Ateng, Operasi Gabungan yang melibatkan beberapa instansi tersebut, rencananya akan berlangsung selama tiga hari atau hingga tanggal 20 Juni 2019.

“Mudah-mudahan hasilnya dapat maksimal untuk menjaring kendaraan yang belum daftar ulang hingga bisa bayar di tempat. Kalaupun belum ada uang, bisa dikasih kesempatan sampai dua minggu dengan bayar di samsat,” sebut Ateng.

(RBD/jim/pojokjabar)

loading...

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …