Oknum Sopir Wabup Kuningan “Lecehkan” Wanita

selingkuh (Ilustrasi)

selingkuh (Ilustrasi)

POJOKJABAR.com, KUNINGAN – Oknum sopir wakil bupati kuningan yakni inisial OR (31) melakukan KDRT terhadap istrinya sendiri, RS (28).

Belakangan, RS (28) mengaku kecewa terhadap tindakan suaminya lantaran diduga selingkuh hingga membuahkan keturunan.

“Wanita mana yang akan menerima, ketika seorang suaminya itu ‘main api’ hingga rela meninggalkan kami bertahun – tahun,” kata Ibu dua anak ini menuturkan kepada wartawan, saat berbincang di toko oleh – oleh, Jalan Kuningan – Cirebon, persis Desa Cibentang, Kecamatan Kramatmulya, Selasa, (18/6/2019).

Usia pernikahan dirinya dengan suaminya, kata RS, hanya bertahan sekitar 7 tahun.

“Saya mengenal dia (suami, red) itu sangat sholeh. Apalagi dia kerja sebagai kepercayaan orang nomor dua di Kota Kuningan. Namun, itu tinggal kenangan yang akan terpendam dalam kisah kehidupan kami,” ungkapnya.

RS menjelaskan, kekecewaan mendalam terus berlarut.

Persis, ketika suaminya itu menjadi ayah dari anak atas lahiran istri keduanya (diduga selingkuhannya, red).

“Padahal jika melihat kedudukan yang berlangsung seperti ini. Suami saya itu belum menjatuhkan talak ataupun melakukan tindakan untuk cerai,” terang RS seraya menambahkan.

Ia mengaku siap menerima keputusan dan tak mungkin menerima keutuhan rumah tangga seperti sebelumnya.

“Saya siap menerima perceraian secara aturan yang sah. Namun, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dan tanggungjawab dia (suaminya, red). Yaitu, harus melunasi hutang kepada salah satu bank, atas pinjaman dia semasa dengan saya,” imbuhnya.

Menyinggung soal hutang yang menjadi tanggungjawab suaminya, RS mengatakan, suaminya pernah merengek pinjam uang ke bank dengan menggunakan sertifikat rumah orangtuanya atau mertua dari pada oknum sopir wabup tersebut.

“Saya pengen dia tanggungjawab saja,” tandas RS.

Sekedar informasi, inisial OR ini merupakan salah satu sopir Bupati Kuningan sebelum Pak Acep menjabat sebagai bupati sekarang.

Di samping itu, status kerja sebagai sopir pejabat Kuningan hanya mengantungi surat keterangan dari pemerintah daerah Kuningan, yakni tenaga harian lepas (THL).

Sebagai upaya untuk melakukan konfirmasi terhadap oknum sopir tersebut, pihak-pihak terkait lainnya sulit dihubungi.

(amd/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds