Diprediksi, Puncak Arus Mudik pada H-5

Pihak LMS menjelaskan tentang arus mudik tahun ini. Istimewa/pojokjabar

Pihak LMS menjelaskan tentang arus mudik tahun ini. Istimewa/pojokjabar

POJOKJABAR.com, MAJALENGKA – Mudik ke kampung halaman telah menjadi budaya‎. Tidak mengherankan manakala setiap tahun, arus mudik di jalanan terutama jalur tol selalu meningkat. PT. Lintas Marga Sedaya (LMS) memperkirakan arus mudik tahun 2019 ini meningkat 12 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Vice President Direktur PT. LMS, Firdaus Aziz mengatakan arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini diperkirakan mencapai kepadatan tertinggi pada H-5 Jumat 31 Mei 2019. Sementara arus balik diperkirakan pada H+3 pada Minggu 9 Juni 2019.

“Prediksi kami, mendekati lebaran itu kepadatan tertinggi jatuh pada hari Jumat atau H-5, 31 Mei. Para pemudik agar mempersiapkan segala sesuatunya. Fisik dan mental, serta kondisi kendaraannya,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima pojokjabar.com, Kamis (16/5/2019).

Firdaus menambahkan, selain itu pihaknya akan menginformasikan dan membagikan buku saku kuliner dan wisata sekitar Cipali seperti tahun sebelumnya. Tujuannya supaya masyarakat menjadi well-informed. Serta jika terjadi kemacetan panjang di dekat rest area agar keluar tol terlebih dahulu.

“Jika terjadi kemacetan panjang, pemudik hendaknya berhenti dulu di rest area. Tarif tol itu dihitung Rp. 876 per-kilometernya. Sehingga, keluar masuk tol hanya karena berhenti di rest area, total biayanya sama dengan tidak keluar tol sama sekali,” tandasnya. 

Manajemen LMS, juga menghimbau kepada para pemudik dan pengguna jalan, agar selalu memantau arus lalu lintas di rute yang akan dilaluinya. Malahan, pihaknya menyarankan supaya sebelum masuk tol agar kendaraan mengisi BBM lebih dahulu di luar tol. 

“Supaya ketika ada kemacetan tidak perlu mengisi bensin di jalan tol. Meskipun kami sediakan BBM untuk takaran 5 sampai 10 liter, kami sediakan dari Pertamina untuk situasi terdesak,” ujarnya. 

(ian/pojokjabar)

loading...

Feeds