Akibat Pergerakan Tanah dan Longsor, 72 Warga Majalengka Mengungsi

Unsur muspida ketika meninjau langsung lokasi bencana di Desa Mekarmulya Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka. Ian/pojokjabar

Unsur muspida ketika meninjau langsung lokasi bencana di Desa Mekarmulya Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka. Ian/pojokjabar

POJOKJABAR.com, MAJALENGKA – Sedikitnya tercatat 72 orang warga di wilayah Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka mengungsi akibat adanya pergerakan tanah dan longsor di wilayah tersebut.

Ke-72 warga ini berasal dari 19 rumah, 25 Kepala Keluarga (KK) di desa Mekarmulya Kecamatan Lemasugih Kabupaten Majalengka.

Kepala Desa Mekarmulya, Iyet Sumiati mengatakan ke-72 orang tersebut terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan saudaranya yang lebih aman. Bangunan tempat tinggal warga yang mengungsi sudah tidak aman untuk ditempati.

“Kami mencatat 19 rumah, dan 72 orang sudah mengungsi. Kami menghimbau untuk tetap waspada, karena curah hujan masih tinggi,” ungkapnya, Kamis (11/4/2019).

Iyet menambahkan musibah bencana alam yang menimpa wilayah Lemahsugih juga merusak jalan lingkungan sehingga dampaknya kondisi jalan tersebut retak-retak selebar 20 centimeter dan amblas sedalam 40 centimeter.

“Kondisi jalan retak dan amblas, sehinga sebagian jalan tak bisa dilalui kendaraan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Majalengka H. Karna Sobahi ‎datang meninjau langsung lokasi terdampak bencana bersama unsur muspida, Polres dan Dandim Majalengka.

Pihaknya mengatakan bahwa bantuan sementara, Pemkab menyediakan tenda khusus penampungan, untuk dimanfaatkan oleh para pengungsi.

“Saat ini kita baru membangun tenda darurat untuk pengungsi atau warga terdampak. Karena dalam tempat atau rumah keluarga family mereka, ada yang sampai ditempati 3 keluarga. Tenda darurat ini semoga bisa membantu. Selanjutnya kita akan melakukan kordinasi lintas sektoral, untuk perbaikan rumah-rumah yang rusak,” ujarnya.

(ian/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds