Kabupaten Subang ‘Dikepung’ 295 Bencana

Ilustrasi Bencana Alam.

Ilustrasi Bencana Alam.

POJOKJABAR.com, SUBANG – Pemkab Subang menggelar Apel kesiapsiagaan Bencana dan Latihan Walet Terampil Tingkat Kabupaten Subang tahun 2019, berlokasi di Alun-alun Kabupaten Subang, Selasa (26/3/19).

Hadir dalam acara itu Bupati Subang H Ruhimat dan Wakilnya Agus Masykur, unsur Forkopimda Kabupaten Subang, Pj. Sekda Kabupaten Subang, para Kepala OPD Kabupaten Subang, para Pimpinan BUMN/BUMD, Pimpinan Perbankan, serta para ketua Ormas/LSM.

Kepala BPBD Kabupaten Subang H. Dayat menyampaikan Kabupaten Subang merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat ancaman bencana tinggi dan sangat komplek.Diantaranya, bencana longsor, angin puting beliung, banjir, banjir bandang, gunung berapi, kebakaran hutan, dan gagal teknologi.

“BPBD mencatat, kejadian bencana dari tahun 2017 sampai dengan bulan maret 2019, Subang dilanda bencana sebanyak 295 kejadian,” kata dia dalam laporannya.

Adapun rinciannya, bencana banjir 33 kejadian, longsor 63 kejadian, angin puting beliung 34 kejadian, pohon tumbang 54 kejadian, kebakaran 70 kejadian, jembatan amblas, rumah ambruk, orang tenggelam dan tanggul jebol 41 kejadian.

Adapun tujuannya kegiatan ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana, mendorong partisipasi, gotongroyongan relawanan dan kedermawanan pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha.

“Dengan kesiapsiagaan dan gotong royong, tentu dapat mengurangi jumlah korban, kerusakan dan kerugian akibat bencana, sebagai perwujudan menuju ketangguhan bangsa dan negara,” jelasnya.

Bupati H Ruhimat menyampaikan dengan terselenggaranya kegiatan ini menunjukan bahwa ada niat dan keinginan yang kuat untuk menuju Subang Jawara (Jaya, Istimewa, Sejahtera) terutama dalam program jawara raga dan jawara riksa melalui optimalisasi pelayanan terhadap korban bencana dan pemanfaatan dan pengendalian ruang berbasis risiko bencana.

Kabupaten Subang sesuai data indeks resiko bencana indonesia (IRBI) berada di peringkat 2 tingkat Provinsi Jawa Barat dan peringkat 83 tingkat nasional.

“Saya berharap kedepan steakholder senantiasa tetap siaga dan bersinergi dalam menghadapi segala kemungkinan terjadinya bencana, namun kita harus sadar bahwa bencana tidak bisa diprediksi bisa datang kapanpun dan dimanapun,” katanya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan bantuan penanggulangan bencana alam untuk Kecamatan Cijambe Rp. 321.100.000 Kecamatan Kalijati Rp. 266.700.000 Kecamatan Dawuan Rp .423.350.000 Kecamatan Serangpanjang Rp.42.745.000 oleh Bupati Subang, H.Ruhimat Kepada Para Camat yang besangkutan.

Penyerahan santunan kepada 132 anak yatim dan jompo yang berasal dari 8 kelurahan oleh pihak BPBD Subang didampingi Pimpinan PT. Dahana, pimpinan PT. Sari Ater, pimpinan Bank BJB, BRI, dan pimpinan PJT2 Subang.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan gait simulasi penanggulangan bencana yang melibatkan banyak pihak, mulai dari TNI/Polri, BPBD Subang, Instansi, dan berbagai pihak lainnya untuk membantu para korban bencana alam dari dampak meletusnya Gunung Tangkuban Perahu di wilayah Kecamatan Ciater.

Berkat kesigapan semua pihak, akhirnya para korban terdampak bisa segera dievakuasi dengan cepat ke tempat yang lebih aman.

(RBD/anr/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds