43 SMP di Sumedang Belum Bisa Gelar UNBK

Ilustrasi UNBK

Ilustrasi UNBK

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Sebanyak 43 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sumedang belum bisa menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

UN (Ujian Nasional) tahun 2019 tingkat SMP sendiri akan digelar pada bulan April mendatang. Hal tersebut dikatakan Kasie Kurikulum Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Sumedang, Edi Zuwardi, belum lama ini.

Dikatakan Edi, karena 43 sekolah tersebut belum bisa menggelar UNBK, maka akan menggelar UN dengan masih berbasis kertas dan pensil.

“Dari 114 sekolah yang melaksanakan ujian nasional tahun ini, baru sekitar 71 sekolah yang siap melaksanalan UNBK,” kata dia.

Ia menuturkan, sekolah yang belum melaksanakan UNBK ternyata bukan hanya sekolah sekolah yang berada di daerah pelosok saja. Beberapa sekolah yang berada di kawasan kota seperti Tanjungsari dan Cimanggung, juga ternyata belum bisa melaksanakan UNBK.

“Jadi sebenarnya menurut saya bukan masalah sarana prasarana, tetapi adanya komitmen atau keinginan dari sekolah tersebut, apakah mau UNBK atau tidak. Sebab sekolah seperti SMPN 2 Jatigede yang berada di daerah juga sanggup melaksanakan UNBK,” kata Edi.

Meski demikian ia menyebutkan, untuk sekolah yang berada di wilayah Sumedang kota sudah akan menggelar UBBK. Lebih jauhnya, kata dia, secara kualitas pelaksanaan UNBK memang lebih berkualitas dibandingkan dengan yang dilaksanakan dengan berbasis kertas.

Ia mencontohkan, dari segi waktu UNBK lebih cepat. Sedangkan ujian berbasis kertas proses pemeiksaan akan lebih lama.

“Dari 114 sekolah di Kabupaten Sumedang yang tahun ini melalsanakan Ujian Nasional, total jumlah siswa keseluruhannya mencapai 14.471 orang,” ucapnya.

(RBD/gun/pojokjabar)

loading...

Feeds