Jadi Penyumbang PAD Terbesar, Namun Jatinangor Minim Fasum dan Fasos

Tampak pemandangan jembatan Cincin yang berada di wilayah Kecamatan Jatinangor.

Tampak pemandangan jembatan Cincin yang berada di wilayah Kecamatan Jatinangor.

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Meski Jatinangor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar, namun tidak sebanding fasilitas sosial (Fasos) dan Fasilitas umum (Fasum) yang masih minim.

Menyikapi hal tersebut, salah seorang tokoh masyarakat Jatinangor yang juga Pimpinan Pondok Modern Al Aqsha Cibeusi Jatinangor, Dr. KH. Mukhlis Aliyudin mengaku miris melihat Jatinangor yang belum memiliki alun-alun dan masjid besar.

“Sebagai tokoh dan warga Jatinangor, saya merasa malu melihat Jatinangor sekarang yang minim fasos dan fasum. Padahal Jatinangor itu sebagai etalasenya Kabupaten Sumedang dan miniaturnya Indonesia. Sebab ribuan mahasiswa dari seluruh provinsi di Indonesia ada di sini,” ucapnya.

Menurut Kiai, Jatinangor itu secara letak geografis paling strategis, karena dihimpit oleh Kabupaten Bandung dan akses menuju Cirebon. Sebagai daerah perlintasan harusnya Jatinangor menjadi Kecamatan percontohan di Kabupaten Sumedang.

“Kalau gak salah Jatinangor itu mau dijadikan kota administratif, jadi mengelola sendiri asetnya. Dan saya mendukung karena ini demi kemajuan Jatinangor,” tuturnya.

Loading...

loading...

Feeds