Bukanya Terima Uang, Penjaga Toko Malah Kena Bacok, Kronologisnya Perih

Polres Indramayu lakukan konferensi pers terkait penganiayaan./Foto: Yanto.

Polres Indramayu lakukan konferensi pers terkait penganiayaan./Foto: Yanto.

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU– Malang benar nasib pria bernama Ardes Sampurna (34).

Tubuh Ardes dibacok dengan golok sepanjang 30 cm secara bertubi-tubi oleh Rusmadi (34).

Saat itu ia tengah fokus mengambil gula pasir yang hendak dibeli pelaku.

Sabetan senjata tajam yang dilayangkan oleh Rusmadi mengenai tubuh bagian atas Ardes Sampurna.

Kemudian merobek pelipis sebelah kiri, pipi sebelah kanan, telinga sebelah kiri, dan leher bagian belakang. Serta lengan sebelah kiri luka, jari telunjuk sebelah kiri putus, jari kelingking sebelah kanan patah.

Kejadian itu bermula saat Ardes Sampurna tengah menjaga toko milik orang tuanya di jalan Mayor Dasuki no. 149, Kecamatan Jatibarang, Sabtu (23/02/2019) lalu sekitar pukul 15.30 WIB.

Rusmadi alias Rengge datang untuk membeli gula pasir. Ketika korban tengah mengambil barang tersebut, saat itulah pelaku melayangkan senjata tajam secara bertubi-tubi. Melihat korbanya memberikan perlawanan akhirnya pelakupun memilih kabur.

“Dalam keadaan luka-luka, korban sempat mengejar pelaku yang keluar dari toko,” ungkap Kapolres Indramayu AKBP M. Yoris M.Y Marzuki didampingi Kasat Reskrim polres Indramayu AKP Suseno Adi Wibowo saat Konferensi Pers, Minggu sore (24/02/2019) pukul 17.00 WIB.

Usai melakukan pembacokan kepada Ardes Sampurna, sambungnya, dengan menaiki sepeda motor Rusmadi langsung menghilangkan jejak hingga keluar daerah.

“Pada hari Minggu (24/02/2019) Pukul 06.00 WIB, Satreskrim Polres Indramayu berhasil mengamankan pelaku di Desa Bagjasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka,” terangnya.

Dikatakan Kapolres Indramayu AKBP M.Yoris M.Y Marzuki, berdasarkan dari keterangan pelaku, motif pembacokan tersebut lantaran dipicu oleh dendam karena dua hal, kertas nasi yang dibeli tidak sesuai dan menukar uang namun jumlahnya tidak sesuai.

“Rusmadi alias Rengge Bin Jubaedi telah mengakui telah melakukan penganiayaan dengan cara membacok korban menggunakan sajam,” tuturnya.

Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan petugas yakni, sebuah Sajam berupa golok panjang sekitar 30 cm yang digunakan pelaku untuk membacok korban, dan sandal jepit yang berlumuran darah.

“Atas perbuatanya tersebut, pria kelahiran 12-05-1985 asal Blok Bedug RT/RW 01/03 Desa Segeran Kidul Kecamatan Juntinyuat, disangkakan pasal 338 dan atau 351 KUHP,” paparnya.

(pri/pojokjabar)

loading...

Feeds