30 Ribu Warga Sumedang Belum Ber-KTP

Proses perekaman e-KTP. Ist

Proses perekaman e-KTP. Ist

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Sebanyak 30.000 penduduk masyarakat Sumedang yang wajib ber-KTP, data kependudukannya belum terekam. Itu termasuk data yang invalid, sehingga harus kembali direkam.

“Hari ini baru bisa dilayani di Disdukcapil termasuk petugas yang Mobile turun ke kecamatan-kecamatan,” kata Ketua Komisi I DPRD Sumedang, Jajang Heryana,
Minggu (17/2/19).

Ia menambahkan, terkait dengan kerusakan alat perekaman data, Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang telah mendorong untuk pengadaan kembali pada tahun 2019. Namun, usulan tersebut tidak direspon oleh pemerintah pusat dan sebelumnya pada 2018 pun sudah menganggarkan 1,8 Miliar untuk pengadaan di wilayah Kabupaten Sumedang.

”Solusi perekaman data saat ini, melalui pengadaan mobil data dan bisa melayani warga di 6 wilayah. Untuk program pemerintah daerah, KTP dan pelayanan gratis 3-1 hari selesai, itu tergantung daripada masyarakat apakah mau mengakses atau tidak?,” ujarnya.

Dalam program itu, kata ia, pemerintah daerah sudah menyediakan segala sesuatunya. Tinggal bagaimana jadwal alat perekaman data itu bisa sampai ke titik-titik tertentu saja.

”Sekarang ini, benar warga kecewa lantaran sebagian alat perekaman di kecamatan kondisinya rusak. Kami berharap agar para kepala desa menyampaikan ke masyarakat yang belum merekam data KTP, terkait perekaman di desa,” ucapnya.

Selanjutnya, lanjut ia, Kades segera memohon kepada kecamatan dan camat memohon kepada Disdukcapil agar ada mobil pelayanan.

”Itu mobil khusus yang keliling melakukan perekaman data kependudukan ke desa-desa,” ujarnya.

loading...

Feeds