Disposal Longsor Hantui Warga Margalaksana Sumedang

DIHANTUI LONGSOR: Warga di Dusun Margalaksana, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari dihantui longsornya disposal tol yang dibuang ke lahan curam dan di atas sungai. TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG

DIHANTUI LONGSOR: Warga di Dusun Margalaksana, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari dihantui longsornya disposal tol yang dibuang ke lahan curam dan di atas sungai. TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Sejumlah warga di Dusun Margalaksana, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Sumedang, mengkhawatirkan keberadaan disposal yang longsor.

Karena, disposal berada di lahan yang curam dan di bawahnya pun ada sungai. Warga setempat, Imam Fuzi (35) membenarkan keresahan warga terkait disposal tersebut.

”Agar tak terjadi bencana seperti longsor di Rancakalong beberapa waktu lalu, tolong antisipasi dari sekarang,” ujarnya kepada Radar Sumedang (Pojoksatu.id Group), Kamis (03/01/2019).

Sehingga, kata Fuzi, apabila diantisipasi dari sekarang warga tidak akan terlalu khawatir terjadi longsor.

”Tolong lah, perhatikan aspek lingkungan, jangan sampai semena-mena dalam mengerjakannya,” ucapnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kab. Sumedang, Listyo Wahyudi menyoroti keberadaan disposal tanah Tol Cisumdawu tersebut dan berharap pengelola disposal harus memperhatikan kaidah kenyamanan dan keselamatan lingkungan.

”Tolong, tempuh aturannya agar keberadaan disposal tak membuat lingkungan terancam seperti lingsor dan banjir,” ujarnya Bahkan, wakil rakyat tersebut meminta pihak Satker Tol Cisumdawu untuk melakukan kajian teknis melalui dinas terkait.

”Kami mendukung pembangunan, tapi utamakan kelestarian alam dan lingkungan. Kami, memperoleh informasi terkait itu dari warga setempat,” ucapnya.

Ia menyebutkan, mobilisasi alat berat pengangkut tanah pun harus memperhatikan keselamatan umum.

”Saya melihat, tanah berserakan dan jika hujan pun jalan menjadi licin. Itu jelas membahayakan pengendara ketika melintas kawasan Karanganyar dan Jalan Sukasari-Genteng pada musim hujan,” ujarnya.

Sejumlah pemangku kebijakan di proyek tol tersebut mengaku akan memperhatikan soal kekhawatiran warga.

”Akan kami sampaikan kepada pimpinan terkait keluhan warga terkait disposal itu,” kata Yanto yang juga bekerja di salah satu Subkontrak PT Adhi Karya.

(RBD/tha/pojokjabar)

loading...

Feeds